Daun Kelor hingga Ekowisata Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Daun Kelor hingga Ekowisata Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Pendampingan UMKM ini dilakukan PT Paiton Energy (PE) berbareng anak usahanya, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI). (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil)

PROBOLINGGO - 'Dunia tidak selebar daun kelor', Peribahasa ini sering muncul di telinga masyarakat Indonesia.

Peribahasa ini menggambarkan bumi sangat luas dan tidak sempit. Ungkapan ini dipakai untuk menasihati seseorang agar tidak mudah putus asa, menyerah alias berpikiran sempit saat menghadapi masalah, kegagalan alias kehilangan.

Namun, rupanya di wilayah Probolinggo, terdapat desa berjulukan Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Jawa Timur. Sesuai dari namanya, desa ini mempunyai 'harta karun' daun kelor dan menyulap daun kelor menjadi cuan.

Dengan pendampingan hingga training nan dibutuhkan, produk olahan daun kelor sekarang menjelma sebagai salah satu produk UMKM nan diminati.

Pendampingan UMKM ini dilakukan PT Paiton Energy (PE) berbareng anak usahanya, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI). Program pemberdayaan tersebut tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pendampingan agar potensi nan dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi nan produktif dan berkelanjutan.

Presiden Direktur POMI Sugiyanto mengatakan, kehadiran POMI di masyarakat tidak hanya sebatas menghasilkan listrik, tetapi juga memberikan faedah melalui beragam program pemberdayaan.

“Tidak hanya menghasilkan listrik, tapi datang di tengah-tengah masyarakat. Bentuk TJSL, memberikan support dan pengarahan sebesar dari apa nan bisa kita berikan,” ujar Sugiyanto di Kantor Desa Pondok Kelor, Minggu (16/8/2026).

Potensi Desa hingga Mandiri

Menurut dia, pengembangan masyarakat dilakukan berasas potensi nan dimiliki masing-masing desa. POMI terlebih dulu melakukan social mapping untuk memetakan sumber daya alam, potensi masyarakat, hingga potensi kepemudaan.

“Dari punya potensi nan belum berkekuatan jadi nan bermanfaat,” katanya.

Desa Pondok Kelor menjadi salah satu letak program pemberdayaan nan telah melangkah sejak 2022. Memasuki tahun keempat, POMI berambisi pendampingan nan dilakukan bisa membawa masyarakat menuju kemandirian.

“Pondok Kelor mulai 2022, ini tahun keempat. Harapan kami desa ini bisa mandiri,” kata Sugiyanto.

Ia menekankan, keberhasilan program community development sangat berjuntai pada keterlibatan masyarakat dan tata kelola nan baik. Karena itu, POMI mendorong keterlibatan tokoh masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar program tidak menimbulkan perebutan kepentingan dan dapat dikelola secara bersama.

Pentingnya Laporan Keuangan

Salah satu aspek nan terus diperkuat adalah pengelolaan keuangan. Menurut Sugiyanto, pencatatan dan laporan finansial menjadi bagian krusial dalam memastikan perkembangan upaya dapat diukur dari waktu ke waktu.

“Laporan finansial ini penting, disiplin. Dari waktu ke waktu tumbuh berapa, jika tidak tumbuh kenapa. Ada omzet. Kalau diabaikan tidak berkembang,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com