Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad(Dok Antara)
WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menilai beragam kritik nan membangun dan substansial sepatutnya memang layak dijadikan bahan pertimbangan. Hanya, jika kritik itu ditujukan tersebut sebatas memicu kegaduhan, menurutnya itu tidak perlu untuk disampaikan. Hal tersebut dia sampaikan menanggapi kritikan nan diberikan oleh Dino Patti Djalal ihwal gelombang kunjungan ke luar negeri nan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Pembatasan-pembatasan, apalagi nan berangkaian dengan jumlah, waktu kunjungan, saya pikir itu tidak subtantif," kata Dasco kepada pewarta di Gedung DPR, Rabu (3/6).
Ia menjelaskan, intensitas tinggi kunjungan ke luar negeri nan dilalukan oleh Kepala Negara sejatinya berdasarkan pada kebutuhan dan keperluan, utamanya di tengah dinamika bumi saat ini. Sebab, tak dapat dimungkiri, apa nan terjadi di tingkat dunia bakal berakibat ke dalam negeri.
Lawatan Prabowo ke sejumlah negara dengan intensitas tinggi juga dipandang sebagai sebuah strategi dan pendekatan nan digunakan untuk menjaga hubungan serta mengamankan keperluan Indonesia. Karenanya, kata Dasco, ihwal gelombang kunjungan luar negeri itu mestinya tak perlu disoal.
"Tentunya presiden, juga mempunyai strategi-strategi nan tentunya tidak bisa dibatasi dengan agenda kudu sekian kali-harus sekian kali. Karena itu dinamis," tuturnya.
"Dan jika kita lihat kepergian presiden ke luar negeri itu juga dalam waktu nan singkat-singkat, seperlunya saja, kemudian membahas nan perlu-perlu, kemudian kembali," sambung Dasco.
Untuk itu, dia membujuk publik untuk memberikan masukan dan kritik nan membangun dan substansial. Sebab menurutnya perihal tersebut bakal lebih berfaedah daripada memantik kegaduhan.
"Mari lah kemudian kita memberikan masukan nan substansi dan itu pasti bakal diberikan ruang. Menurut saya jika kemudian masukan soal substansi geopolitik, saya pikir saya setuju jika itu kemudian dijadikan salah satu pertimbangan ya. Karena masukan-masukan nan bagus tentunya kenapa tidak?" pungkas Dasco. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·