Jakarta -
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi atas upaya Bank Indonesia memperkuat nilai tukar rupiah dengan melakukan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng. Dasco menilai kesepakatan transaksi kedua negara, termasuk penggunaan QRIS lintas pemisah di dalamnya bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) nan diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Kesepakatan juga mencakup pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas Renminbi nan memadai untuk aktivitas perdagangan, investasi, dan aktivitas keuangan.
"Kesepakatan itu membikin transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah alias Renmimbi tanpa kudu menggantungkan pada dolar Amerika Serikat," kata Dasco, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dasco mengatakan QRIS lintas pemisah Indonesia dengan China disepakati sehingga transaksi antara pengusaha China dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antarnegara. Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia jasa di China dan 24 di Indonesia, semuanya terhubung.
"Dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People's Bank of China, maka transaksi ekspor-impor Indonesia dengan China nan pada tahun 2025 nan mencapai US$ 154,5 miliar, setelah perjanjian tersebut ditandatangani maka bisa menggunakan LCT, ialah rupiah dengan Renmimbi tanpa berjuntai lagi dengan dolar Amerika Serikat," kata Dasco.
Dasco juga menyebut perjanjian ini juga membikin transaksi ekspor-impor kedua negara bisa dilakukan dengan LCT Rupiah dengan Renmimbi. Upaya ini, katanya, dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
"Ini upaya nan sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," imbuhnya.
(dwr/gbr)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·