Jakarta, CNN Indonesia --
Kabut asap kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyebabkan penurunan kualitas udara nan rawan bagi penduduk setempat. Kota Pontianak pun menetapkan status darurat karhutla.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan status darurat karhutla ditetapkan untuk memperkuat penanganan dan koordinasi lintas sektor. Pemkot Pontianak berkoordinasi dengan Pemprov Kalimantan Barat, pemerintah pusat, Forkopimda, hingga pihak swasta.
"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan akibat kesehatan masyarakat," kata Edi, Senin (10/8), dikutip dari detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asap menyelimuti Kota Pontianak terutama pada pagi dan malam hari.
"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan perangkat pengukur kualitas udara Kota Pontianak nan berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," kata Edi Kamtono.
Ia menjelaskan konsentrasi partikel udara pada periode tersebut berada di atas 200 mikrogram per meter kubik, sebelum turun menjadi kategori sedang pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi itu terjadi lantaran partikel asap condong lebih berat dan berada dekat permukaan pada malam hingga pagi hari.
"Hal ini menyebabkan kualitas udara pada malam hingga subuh hari menjadi sangat buruk, apalagi sampai dinyatakan tidak sehat," ujarnya.
Wali Kota Edi juga mengungkap ada kenaikan kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) sekitar 5 persen
"Untuk sementara, berasas laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita bakal mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," ujarnya.
Dia mengatakan peningkatan kasus ISPA tersebut berasas laporan sementara Dinas Kesehatan dan tetap bakal dievaluasi untuk mengetahui akibat kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.
Dilansir dari laman resmi Pemkot Pontianak, kebakaran rimba di Kalimantan Barat tak hanya terjadi di Kota Pontianak.
Edi menyebut, berasas laporan untuk wilayah Kalbar, terdapat 4.041 titik panas kebakaran. Dari jumlah itu, 3.560 titik berada pada tingkat menengah dan 352 titik pada tingkat tinggi.
Ia menjelaskan, kabut asap nan menyelimuti Pontianak juga dipengaruhi kebakaran lahan di sejumlah kabupaten sekitar, seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak. Arah angin membawa asap menuju Kota Pontianak sehingga kualitas udara ikut terdampak.
Di wilayah Pontianak, kata dia, tetap terdapat titik api nan terus dipadamkan, di antaranya di area Jalan Sepakat II Ujung serta beberapa titik mini di Pontianak Utara.
"Ini terus kita padamkan sampai betul-betul tidak ada lagi bara di bawah," katanya.
Edi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan langkah membakar. Ia menegaskan, lahan gambut sangat mudah terbakar saat kemarau, terlebih suhu udara dalam beberapa hari terakhir mencapai di atas 35 derajat Celsius.
"Lahan gambut jika sudah terbakar susah dipadamkan. Tidak cukup hanya disiram, tetapi kudu betul-betul dibasahkan," tegasnya.
Pemkot Pontianak berbareng pihak mengenai juga melakukan investigasi terhadap lahan nan terbakar. Jika ditemukan unsur kesengajaan, pelaku pembakaran bakal diproses sesuai ketentuan hukum.
"Kalau ketahuan siapa nan membakar, kita proses secara hukum. Kalau ada kebakaran, kita investigasi dengan memandang kepemilikan lahannya. Pemilik lahan kudu bertanggung jawab, jangan dibiarkan," pungkasnya.
(antara/wis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·