Dari Genggaman Smartphone Menuju Keputusan Finansial yang Bijak

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Dari Genggaman Smartphone Menuju Keputusan Finansial nan Bijak LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk membekali mahasiswa dengan tembok finansial nan kokoh menghadapi derasnya arus digital.(MI/Lina Herlina)

DI tangan generasi muda, sebuah telepon pandai bukan lagi sekadar perangkat komunikasi. Dalam satu sentuhan jari, mereka dapat berbelanja, berinvestasi, mengusulkan pinjaman, hingga melakukan beragam transaksi keuangan. Namun, di kembali kemudahan bumi digital tersebut, tersimpan tantangan baru: gimana mengambil keputusan finansial dengan bijak di tengah derasnya tawaran teknologi.

Kesadaran itulah nan menjadi dasar kerjasama strategis antara Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengembangan kompetensi, penelitian, serta sosialisasi kegunaan dan peran LPS pada Jumat (12/6/2026), keduanya berupaya menghadirkan generasi muda nan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mempunyai fondasi literasi finansial nan kuat.

Sinergi Regulator dan Akademisi

Kerja sama ini diresmikan di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, berbareng Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin. Kolaborasi ini bermaksud mencetak SDM unggul nan melek finansial sekaligus siap beralih bentuk di era ekonomi digital.

Dalam kuliah umum nan digelar sebagai penerapan awal, Farid Azhar Nasution mengingatkan bahwa kemudahan akses finansial digital ibaratkan pisau bermata dua.

"Tingginya kepemilikan smartphone memudahkan kita mengakses produk finansial digital. Namun, tanpa literasi nan memadai, kondisi ini justru bisa menjerumuskan kita ke beragam jebakan finansial," tegas Farid dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Ia mendorong mahasiswa membangun kesadaran finansial sejak dini, nan mencakup integritas, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu "menabung" secara finansial, tetapi juga menabung karakter, pengetahuan, dan jejaring (networking).

Dukungan Beasiswa bagi Mahasiswa Unhas

Selain aspek edukasi dan riset, LPS menunjukkan komitmen nyata melalui pemberian danasiwa bagi mahasiswa Unhas nan telah melangkah sejak 2024. Program ini mencatat peningkatan jumlah penerima secara konsisten:

Angkatan Beasiswa Jumlah Penerima
Angkatan Pertama (2024) 6 Mahasiswa
Angkatan Kedua 12 Mahasiswa
Angkatan Ketiga 13 Mahasiswa

Para penerima danasiwa ini berasal dari beragam latar belakang keilmuan, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Hukum, FMIPA, hingga FISIP. Hal ini menunjukkan bahwa literasi finansial adalah kebutuhan lintas disiplin ilmu.

Komitmen Berkelanjutan di Wilayah Timur

Prof. Ruslin menyambut antusias kerja sama ini, menyebutnya sejalan dengan komitmen Unhas untuk menghasilkan lulusan nan adaptif terhadap kebutuhan industri dan dinamika ekonomi. Unhas terus berupaya mengembangkan kurikulum nan bisa memberikan akibat luas dan berkepanjangan bagi para lulusannya.

Melalui Kantor Perwakilan LPS III di Makassar, LPS dipastikan bakal terus memperluas jangkauan edukasi dan sosialisasi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Langkah ini mempertegas peran LPS nan tidak hanya menjamin simpanan pengguna di perbankan, tetapi juga aktif membangun generasi nan pandai dan berintegritas dalam mengelola finansial di era serba digital. (LN/I-1) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia