Makassar, CNN Indonesia --
Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 01 Makale nan menyebabkan 160 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan kesehatan setelah diduga menyantap makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan hukuman pemberhentian beraksi sementara.
"Iya, sudah diberikan hukuman dengan pemberhentian untuk sementara," kata Sekretaris Daerah TanaToraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan pemberhentian sementara tersebut berasas hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan personil DPRD dan Satgas MBG serta sejumlah lembaga mengenai usai kejadian dugaan keracunan MBG terhadap para siswa SMP di Kabupaten TanaToraja.
"Keputusan itu hasil RDP dengan DPRD bahwa SPPG nan melanggar tersebut suspend namalain diberhentikan sementara waktu," jelasnya.
Rudy menerangkan bahwa SPPG tersebut melayani 2.210 penerima faedah nan terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak (TK), 4 SD, 2 SMP yakni, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale serta dua posyandu.
"Data terakhir hari ini, tetap ada 55 nan dirawat di rumah sakit, 7 dalam corak observasi, sementara nan lainnya rawat jalan," ungkapnya.
Rudy menjelaskan bahwa kejadian dugaan keracunan MBG ini, Rabu (2/9). Namun, ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (3/9), sehingga kejadian ini tidak terjadi pada saat semua siswa menerima makanan MBG.
"Permasalahan ini kudu ada solusinya dan kudu ada pengaruh nan kudu kita putuskan bersama, nan membikin pengaruh jerah terhadap orang nan mencoba-coba mempermainkan program ini," pungkasnya.
(mir/ugo)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·