Danantara Housing Expo 2026(Antara)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi membuka gelaran Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada hari pertama pembukaan, Kamis (27/8), pameran ini langsung dipadati ribuan visitor dengan catatan 300 janji rumah nan dilaksanakan secara massal.
Danantara Housing Expo 2026 dijadwalkan berjalan selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026. Pameran ini menjadi wadah integrasi ekosistem perumahan nasional nan menyediakan lebih dari 360.000 unit rumah, melibatkan 130 pengembang, serta 13 perusahaan BUMN sektor perumahan.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pameran ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kediaman layak bagi masyarakat luas. "Pameran ini menghadirkan penyedia rumah berbobot terbaik, nilai nan terjangkau, serta sistem pembiayaan berjangka panjang nan sesuai dengan pendapatan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah," ujar Rosan di letak acara.
Dukungan Pembiayaan dan Program 3 Juta Rumah
Pameran ini menawarkan kediaman dengan nilai mulai dari Rp300 jutaan. Untuk mempermudah akses kepemilikan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) turut berperan-serta dengan memberikan skema pembiayaan khusus, meliputi duit muka (DP) mulai 1 persen, suku kembang mulai 2,75 persen, dan tenor pinjaman nan sangat panjang hingga 40 tahun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kerjasama lintas sektor antara BUMN, developer swasta, dan perbankan adalah langkah nyata dalam memperluas pilihan hunian. Ia juga menyebut bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah.
"Pameran ini menjadi bagian dari program 3 juta rumah bagi masyarakat nan merupakan pendapat Presiden Prabowo," kata Dony.
Kontribusi Pengembang BUMN
Dalam ekosistem nan dihadirkan, sektor BUMN memberikan kontribusi signifikan. Tercatat sebanyak 12 developer BUMN menawarkan 16.559 unit rumah dari 98 proyek nan tersebar di 23 provinsi di Indonesia. Nilai inventori properti nan ditawarkan oleh developer plat merah ini mencapai Rp9,79 triliun.
Dari total unit nan ditawarkan developer BUMN tersebut, sebanyak 6.611 unit dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sementara 9.948 unit lainnya diperuntukkan bagi segmen non-MBR. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam satu ruang ini diharapkan dapat memperkuat aksesibilitas dan mempercepat pemenuhan kebutuhan kediaman nasional. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·