Jakarta -
BPI Danantara buka bunyi soal lembaga pemeringkat dunia Moody's Ratings memberikan ranking angsuran Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Bersamaan dengan itu, Moody's juga menetapkan outlook negatif untuk seluruh ranking nan diberikan.
DIM sendiri merupakan 'mesin' investasi nan dimiliki oleh Danantara. Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola biaya investasi dari aset-aset nan dikonsolidasikan di bawah naungan BPI Danantara.
Tim Komunikasi Danantara Indonesia buka bunyi soal ranking dan outlook nan diberikan Moody's. Lembaga itu mengatakan ranking dan outlook DIM mencerminkan kedaulatan Indonesia, nan merupakan perihal lazim bagi entitas nan mempunyai keterkaitan, dengan suatu negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menegaskan kekuatan fondasi lembaga kami seiring dengan langkah berkepanjangan untuk berinteraksi dengan pasar finansial global," tulis keterangan resmi perusahaan pada Jumat (5/6/2026).
"Pengakuan ini semakin memperkuat kepercayaan terhadap strategi, tata kelola, dan posisi jangka panjang kami seiring dengan upaya memperluas akses terhadap pendanaan internasional serta mendukung prioritas ekonomi Indonesia," tulis keterangan itu lebih lanjut.
Sebelumnya, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody's Ratings, Rachel Chua mengatakan ranking nan diberikan untuk Danantara Investment Management itu sejalan dengan ranking utang pemerintah Indonesia ialah Baa2 negatif.
"Peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management sejalan dengan ranking sovereign Indonesia, didukung hubungan angsuran nan kuat, termasuk struktur kepemilikan dalam kerangka Danantara, serta angan kami bakal support luar biasa dari pemerintah nan diberikan secara tepat waktu," kata Chua dalam laporan nan dikutip Rabu (3/6/2026).
Moody's mengklasifikasikan Danantara Investment Management sebagai entitas nan mengenai pemerintah (Government-Related Issuer/GRI) dan menggunakan pendekatan top-down dalam proses pemeringkatan. Oleh lantaran itu, ranking ini terutama didorong oleh keterkaitan dengan pemerintah daripada kekuatan angsuran mandiri.
Moody's tidak memberikan Baseline Credit Assessment (BCA) lantaran perusahaan tetap berada pada tahap awal pengembangan, mempunyai rekam jejak nan terbatas, serta belum mempunyai operasi berdikari nan signifikan.
(hrp/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·