Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |19:06 WIB

Danantara Bidik Sektor Data Center Rp30 Triliun, Bukan Sekadar Sewa Lahan (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membidik ekspansi prasarana pusat info (data center) berbasis kepintaran buatan (AI) di Tanah Air dengan proyeksi nilai ekonomi melampaui Rp30 triliun alias setara 1,7 miliar dolar AS.
Investasi strategis ini digadang-gadang bisa terealisasi melalui gelaran Danantara Technology, Innovation, and Investment Forum (DTIIF) nan dijadwalkan berjalan pada 26-28 Oktober 2026 di Jakarta.
Pertemuan teknologi bertaraf internasional tersebut bakal dihadiri sedikitnya 1.500 peserta, termasuk 170 inovator global, lebih dari 100 ketua korporasi teknologi dunia, 60 hingga 70 pusat riset inovasi, serta lebih dari 50 perguruan tinggi terkemuka. Sejumlah raksasa teknologi (big tech) dari area Silicon Valley hingga SpaceX dikabarkan turut ambil bagian, berbareng peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt.
Danantara menegaskan arah pembangunan pusat info nasional sekarang beralih bentuk dari sekadar penyedia lahan bentuk menjadi pemilik rantai nilai teknologi komputasi berbobot tambah tinggi. Perubahan model upaya ini dirancang agar penerimaan ekonomi domestik tidak lagi terpaku pada porsi sewa prasarana dasar nan minim.
"Kalau kita hanya menyewakan lahan untuk setiap 100 megawatt hour info center, investasinya memang 3 sampai 4 miliar dolar AS tetapi pendapatan kita hanya sekitar 100 sampai 150 juta dolar AS. Namun jika kita ikut membangun lewat kemitraan strategis hingga penguasaan cip dan pengendali berbasis AI, penerimaannya bisa melesat menjadi 1,5 hingga 1,7 miliar dolar AS," ujar Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa dalam bertemu pers di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sigit menjelaskan, soal kebutuhan terhadap pusat info modern saat ini telah bergeser dari akomodasi komputasi skala besar (hyperscale) konvensional menuju arsitektur mutakhir berbasis kepintaran buatan. Untuk mengamankan pasokan komponen krusial tersebut, Danantara telah mengunci kesepakatan aliansi teknologi strategis dengan pelaku industri semikonduktor internasional.
"Industri info center sangat sarat teknologi, dan kami sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan industri di Inggris, Arm, untuk mendukung pengembangan enam sektor industri prioritas. Kami juga mengamankan aliansi teknologi semikonduktor untuk kebutuhan cip dan pengendali nan saat ini antreannya di pasar dunia mencapai 16 hingga 48 bulan," kata Sigit.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·