Dana Pemerintah di Himbara Capai Rp400 T, Purbaya Yakin Kredit Bisa Tumbuh hingga 15 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Dana Pemerintah di Himbara Capai Rp400 T, Purbaya Yakin Kredit Bisa Tumbuh hingga 15 Persen Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan biaya pemerintah di Himbara menjadi Rp400 triliun. Kebijakan ini diyakini bisa mendorong pertumbuhan angsuran hingga 15%.(Antara)

MENTERI Keuangan Pubaya Yudhi Sadewa memutuskan Kembali menambah penempatan biaya di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi sekitar Rp400 triliun. Tahun lampau pemerintah telah menempatkan sekitar Rp300 triliun biaya di Himbara.

Purbaya menyebut penempatan biaya hingga Rp400 triliun itu dilakukan untuk menjaga kegunaan intermediasi perbankan, mendorong penyaluran angsuran ke sektor riil, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan angsuran 14% hingga 15% pada tahun ini.

Purbaya menyebut tambahan likuiditas tersebut bakal memberikan ruang bagi perbankan untuk kembali menjalankan rencana ekspansi angsuran nan sebelumnya sempat tertahan.

"Mereka bilang jika nggak dibantu, angsuran bakal tumbuh turun pertumbuhannya ke 8%, 7%, 6%. Ketika kita balikin lagi, rencana angsuran nan mereka selama ini tahan lantaran antisipasi kurangnya likuiditas bakal dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13%-14%,” ujarnya dalam keterangan nan dikutip, Sabtu (27/6).

Apabila kondisi likuiditas tetap terjaga sesuai kreasi pemerintah, bendaharawan negara optimistis pertumbuhan angsuran nasional dapat meningkat lebih tinggi hingga mencapai kisaran 14%-15% pada tahun ini.

"Kalau uangnya diatur cukup seperti nan kita desain, pertumbuhan angsuran tahun ini tebakan saya bisa 14%-15%," ujarnya.

Purbaya menjelaskan tambahan penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan nan mulai mengetat. Dengan likuiditas nan lebih memadai, sektor perbankan diharapkan mempunyai ruang lebih besar untuk menyalurkan angsuran kepada bumi usaha.

"Jadi bakal cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya kembang di pasar bakal turun. Ekonomi siap lari lagi," ujar Menkeu.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan pengarahan Presiden agar beragam halangan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi. Penambahan likuiditas diyakini bakal memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.

"Pak Presiden mau ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikan perspektif ekonomi, ekonomi bakal lari lagi. Orang condong investasi di negara nan ekonominya bakal lari," jelasnya.

Menkeu menilai penguatan likuiditas bakal mendorong sistem pasar kembali bekerja secara optimal sehingga kegunaan intermediasi perbankan dapat melangkah lebih efektif.  "Jadi saya memaksa market mechanism berjalan," ujarnya.

Selain menjaga likuiditas perbankan, Menkeu memastikan penguatan likuiditas perbankan tidak mengganggu kesehatan fiskal. Ia menegaskan defisit APBN 2026 tetap berada dalam pemisah nan kondusif dan terkendali.

"Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak bakal lebih 3%, nyaris pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik lantaran ruangnya semakin terbuka lebar," pungkasnya. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia