Jakarta -
Investor asing mencetak tindakan jual bersih alias net foreign sell Rp 977,08 miliar saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 2% pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (30/4). Aksi jual bersih ini terjadi pada saham-saham besar, termasuk milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan konglomerat.
Berdasarkan info Stockbit, net foreign sell terbesar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar. Saham emiten milik Grup Djarum ini diketahui melemah 2,51% ke Rp 5.825 per saham hingga sesi I perdagangan hari ini.
Kemudian saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 285,88 miliar. Saham BUMN ini juga tercatat melemah hingga sesi I perdagangan hari ini sebesar 1,95% ke nilai Rp 3.010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham personil golongan bank milik negara (Himbara), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat tindakan serupa nan dilakukan penanammodal asing dengan net sell sebesar Rp 37,86 miliar. Saham BMRI juga melemah 0,68% ke nilai Rp 4.400.
Selain itu, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga banyak dilepas asing, ialah sebesar Rp 146,77 miliar. Saham perusahaan juga mencatat koreksi 6,44% ke nilai Rp 3.630.
Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mencatat tindakan jual Rp 46,92 miliar. CUAN juga tercatat melemah 4,62% ke nilai Rp 1.240 per saham.
Nasib serupa juga menimpa PT Petrosea Tbk (PTRO) nan juga mencatat net foreign sell sebesar Rp 15,17 miliar. Sepanjang perdagangan sesi I, PTRO juga diketahui melemah 5,61% ke nilai Rp 5.050 per saham.
Sementara emiten milik Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net foreign sell sebesar Rp 22,98 miliar saat melemah 4,40% ke nilai Rp 478 per saham. Selanjutnya saham milik Garibaldi (Boy) Thohir PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat net foreign sell sebesar Rp 8,44 miliar saat melemah 2,42% ke nilai Rp 1.815 per saham.
(ahi/ara)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·