Warga menggarap lahan pertanian di area Situ Cileunca nan mengering di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/9/2023).(ANTARA/RAISAN AL FARISI)
Dampak tandus panjang mulai dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satu parameter nan paling terlihat adalah menyusutnya debit air di waduk buatan Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan.
Camat Pangalengan, Vena Andriawan, mengungkapkan bahwa penurunan volume air di Situ Cileunca merupakan kejadian tahunan nan kerap terjadi saat memasuki musim kemarau. Menurutnya, kondisi ini merupakan siklus berulang nan susah dihindari.
"Memang berbincang (penyusutan) debit air, setiap tahun itu memang terjadi di Cileunca, jadi itu perihal nan berulang saat kemarau. Tidak bisa dihindari itu," ujar Vena, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, tingkat penurunan debit air di waduk tersebut diperkirakan telah mencapai nomor 30 hingga 40 persen. Kondisi ini menyebabkan area pinggiran waduk nan mengering mulai dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk bercocok tanam.
"Di sisi-sisi waduk dimanfaatkan penduduk untuk berkebun. Daripada lahan menjadi tandus, penduduk memilih memanfaatkannya. Mereka merupakan penyewa lahan nan berkolaborasi dengan PT PLN Indonesia Power sebagai pengelola kawasan," lanjutnya.
Aktivitas Wisata Masih Normal
Meski mengalami penyusutan nan cukup signifikan, Vena memastikan bahwa Situ Cileunca tetap bisa menopang kebutuhan air bagi masyarakat, termasuk untuk wilayah perkotaan. Selain itu, sektor pariwisata nan menjadi jagoan Pangalengan dipastikan belum terganggu.
Objek wisata air seperti arung jeram (rafting) di Sungai Palayangan nan sumber airnya berasal dari Situ Cileunca terpantau tetap beraksi secara normal.
"Indikatornya begini, jika arung jeram tetap beroperasi, berfaedah air tetap ada. Jika sudah berhenti, itu baru menjadi peringatan serius. Saat ini aktivitas rafting tetap melangkah lancar," tegas Vena.
Langkah Antisipasi Jangka Panjang
Guna menjaga kesiapan air dan mengantisipasi akibat tandus nan lebih parah, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan PT PLN Indonesia Power. Selain manajemen air, upaya jangka panjang juga mulai disiapkan.
Pemerintah setempat menekankan pentingnya ekspansi penanaman vegetasi di area tangkapan air. Langkah ini dinilai krusial agar keahlian wilayah dalam menyimpan dan memasok persediaan air tetap terjaga di masa mendatang.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·