Binti Mufarida
, Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |22:09 WIB

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (Foto: Freepik)
JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau berakibat pada aktivitas belajar mengajar di sejumlah wilayah Banten. Pemerintah wilayah di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang memutuskan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai Senin 7 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau nan sekarang berstatus Level III alias Siaga. Erupsi juga disertai bunyi dentuman serta sebaran abu vulkanik nan mulai berakibat ke sejumlah wilayah.
Di Kota Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menetapkan PJJ selama satu hari pada Senin 7 September 2026. Kebijakan ini bertindak bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menyebut kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penduduk sekolah. “Kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik serta penduduk sekolah,” ujar Ahmad, Minggu (6/9/2026).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang menerapkan kebijakan PJJ secara lebih terbatas. PJJ diberlakukan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, ialah 7-9 September 2026, unik bagi sekolah nan berada di Kecamatan Anyar dan Cinangka. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian lantaran berada di area pesisir nan terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·