Daftar Aplikasi yang Perlu Diunduh Sebelum Berangkat Haji dan Umrah

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

JAKARTA - Era digital ini membawa kemudahan dan keamanan nan lebih baik bagi para jemaah nan menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Transformasi nan diusung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui visi "Smart Hajj" serta upaya digitalisasi jasa dari Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) menuntut para jemaah untuk lebih berkawan dengan teknologi guna memastikan kelancaran ibadah.

Berikut adalah daftar aplikasi utama nan perlu Anda unduh dan pelajari sebelum keberangkatan, berasas info resmi kementerian mengenai dan sumber tepercaya lainnya.

1. Nusuk (Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi)

Nusuk adalah aplikasi paling krusial bagi setiap jemaah. Sebagai platform resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Nusuk merupakan gerbang utama untuk merencanakan dan mengelola kunjungan ke Mekkah dan Madinah.

Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mendapatkan izin (tasrih) melaksanakan ibadah Umrah dan akses masuk ke Rawdah di Masjid Nabawi. Tanpa agenda nan terdaftar di Nusuk, jemaah tidak diperkenankan memasuki area-area sakral tertentu. Pastikan Anda telah melakukan registrasi dan memverifikasi info paspor segera setelah visa diterbitkan.

2. Pusaka Super Apps (Kementerian Agama RI)

Pusaka Super Apps adalah aplikasi terpadu nan dikembangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Aplikasi ini telah diperbarui untuk tahun 2026 dengan fitur integrasi info jemaah nan lebih akurat.

Beberapa fitur unggulan nan wajib dipantau jemaah meliputi:

Akomodasi & Katering: Informasi real-time mengenai hotel di Mekkah dan Madinah serta agenda pembagian konsumsi.

Manasik Digital: Panduan angan dan tata langkah ibadah nan telah disesuaikan dengan kurikulum pengarahan dari kementerian pusat.

Dashboard Jemaah: Informasi agenda penerbangan dan posisi bus shalawat untuk memudahkan mobilisasi.

3. Tawakkalna (Tawakkalna Services)

Awalnya diluncurkan sebagai aplikasi pencari kesehatan selama pandemi, Tawakkalna sekarang telah menjadi identitas digital terpadu di Arab Saudi. Aplikasi ini menyimpan info visa, paspor digital, hingga status kesehatan jemaah.

Di beberapa titik pemeriksaan, Tawakkalna sering kali diminta untuk memverifikasi identitas jemaah secara praktis tanpa kudu selalu membawa arsip bentuk paspor nan berisiko hilang.

4. Google Maps dan Penterjemah

Meskipun berkarakter umum, Google Maps sangat vital untuk navigasi mandiri. Jemaah disarankan menyimpan letak hotel, pintu masuk masjid, dan titik kumpul bus shalawat di aplikasi ini. Selain itu, Google Translate dengan fitur kamera dan bunyi sangat membantu saat kudu berkomunikasi dengan petugas lokal alias masyarakat setempat nan tidak fasih berkata Indonesia alias Inggris.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com