Zen Teguh
, Jurnalis-Sabtu, 12 September 2026 |05:05 WIB

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit (kiri) menyalami Ketua Umum PB PBSI Komjen Pol (Purn) Fadil Imran. (Foto: dok Polri).
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memutasi 424 perwira Polri melalui tiga surat telegram tertanggal 30 Agustus 2026. Dalam daftar tersebut tertera nama Ketua Umum PB PBSI Komjen Pol Mohammad Fadil Imran.
Fadil resmi purnatugas dari kedudukan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) berasas Surat Telegram Nomor ST 1877/VIII/KEP./2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Kursi nan ditinggalkan jenderal bintang tiga lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie.
"Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan pekerjaan personel. Penempatan pada kedudukan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas nan dihadapi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (12/9/2026).
Dalam riwayat kariernya, Fadil pernah menduduki beragam kedudukan strategis Polri. Resers kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu antara lain pernah menjabat Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, Kabaharkam Polri hingga akhirnya Astamaops Kapolri.
Di luar kedudukan Korps Bhayangkara, Fadil sampai saat ini tetap tercatat sebagai ketua umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Dia menjabat untuk periode 2024-2028.
Selain Fadil, sembilan jenderal lain baik bintang dua maupun bintang satu juga turut pensiun berasas mutasi terbaru ini, termasuk peraih lencana Adhi Makayasa 1990 Irjen Pol Hery Rudolf Nahak. Semuanya tertera dalam Surat Telegram Kapolri Nomor 1877.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·