Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana merespons pencopotan dirinya dari kedudukan kepala dan digantikan oleh Nanik S Deyang. Ia menilai bahwa perihal tersebut merupakan kewenangan prerogatif presiden.
"Pergantian personil kabinet merupakan kewenangan absolut penuh Bapak Presiden RI. Beliau mengerti betul nan terbaik untuk melaksanakan program kerja nan dicanangkan," kata Dadan kepada wartawan, Rabu (3/6).
Dadan berterima kasih kepada Prabowo lantaran telah diberi kesempatan menjadi Anggota Kabinet Merah Putih. Ia menilai, Prabowo bakal membawa Indonesia lebih baik.
"Insyaallah beliau bakal sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat," ujarnya.
Lebih jauh, Dadan optimistis, Nanik bakal membawa program prioritas presiden bakal dapat lebih berfaedah untuk rakyat Indonesia.
"Selamat bekerja kepada Pimpinan BGN nan baru. Insyaaallah bakal membawa program MBG makin berbobot dan berfaedah untuk seluruh Penerima Manfaat," tandas dia.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari kedudukan Kepala BGN. Prabowo meunjuk Nanik S Deyang menggantikan posisi Dadan.
Hal ini disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
Prasetyo didampingi Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dan Kepala Bakom M. Qodari.
Prasetyo mengatakan BGN mempunyai peran nan sangat krusial dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo. Dia mengatakan Prabowo selalu melakukan pertimbangan termasuk BGN.
"Berkenaan dengan perihal tersebut selama kurang lebih satu separuh tahun melakukan monitoring pemindahan maka pada hari ini Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan melakukan pergantian ketua BGN," kata Prasetyo.
"Pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN," tambah dia.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·