Cuma Presentasi Online, UMKM RI Bisa Dapat Buyer dari 33 Negara

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat transaksi ekspor upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Januari-Juli 2026 sukses mencapai US$ 333 juta alias setara Rp 5,82 triliun (kurs Rp 17.500). Angka ini sudah jauh melampaui capaian transaksi sebelumnya nan sebesar US$ 134,8 juta alias Rp 2,35 triliun untuk periode Januari-Desember 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso namalain Busan mengatakan capaian transaksi ini merupakan catatan dari hasil program pendampingan UMKM Bisa Ekspor nan diusung Kemendag. Sehingga nilai ekspor produk UMKM ini belum termasuk nan di luar program.

"Tahun lampau transaksinya itu mencapai US$ 134,8 juta setahun. Nah, sekarang Januari-Juli itu sudah mencapai US$ 333 juta," ungkap Busan dalam pembukaan Program Pendampingan UMKM berjudul Gapai Pasar Global dengan AI di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perihal ini, Busan menjelaskan program UMKM Bisa Ekspor ini memanfaatkan jaringan nan dimiliki Kemendag di luar negeri. Melalui program ini pelaku upaya disambungkan secara langsung dengan jejeran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) serta instansi perwakilan Indonesia di beragam negara guna mempresentasikan produk mereka secara daring.

"Kita ada 46 perwakilan atas perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) ya, di 33 negara. Jumlahnya 46 di 33 negara. Nah, Bapak-Ibu kelak tinggal presentasi mempresentasikan produknya, semua dengan langkah online. Nah, setelah itu perwakilan kita carikan buyer," jelasnya.

Setelah itu, pihaknya bakal mencarikan calon pembeli alias importir produk UMKM di negara itu. Guna memastikan kelancaran proses negosiasi, Kemendag juga menyediakan pendampingan bahasa bagi para pelaku upaya saat berhadapan dengan pembeli asing.

"Jadi jika misalnya buyer-nya dari Taiwan, dari Jepang, pakai bahasa mereka, ya Bapak, Ibu nggak usah cemas lantaran kelak bakal diterjemahkan oleh teman-teman kita nan mendampingi," imbuh Busan.

Berkat fasilitasi inilah menurutnya pemerintah sukses mendongkrak transaksi ekspor produk UMKM nan banget pesat hingga Rp 5,82 triliun dalam tujuh bulan pertama 2026 tadi. Untuk itu Busan sangat mendorong pelaku UMKM untuk ikut dalam program ini dan merambah pasar luar negeri.

"Yang ikut UMKM Bisa Ekspor ini rata-rata 70% belum pernah ekspor. Jadi Bapak, Ibu nggak usah khawatir, jika belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor," pungkasnya.

(fdl/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance