
CNG Kurangi Impor LPG, Orkestrasi PGN Salurkan Gas Bumi ke Rumah Tangga-Industri (Foto: Dani/Okezone)
YOGYAKARTA - Pemanfaatan gas bumi ke sendi-sendi kehidupan masyarakat terus dilakukan. Ikhtiar ini menjadi jalan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG sehingga menghemat subsidi energi.
Salah satu perihal nan menjadi concern saat ini adalah penggunaan gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG).
Melalui penemuan pemanfaatan gas bumi berbasis Compressed Natural CNG clustering, masyarakat Yogyakarta, khususnya kabupaten Sleman, sekarang sudah dapat menikmati faedah nyata dari gas bumi nan aman, andal, dan efisien untuk memasak sehari-hari.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengoptimalkan sinergi berbareng anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) dengan mengangkut gas dalam CNG menggunakan truk sebelum mengubahnya kembali menjadi pasokan gas bertekanan rendah untuk rumah tangga.
CNG dikembangkan untuk membuka akses gas bumi ke wilayah nan tidak mempunyai sumber gas di sekitarnya, seperti halnya di Yogyakarta.
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan, CNG mempunyai kelebihan lantaran menggunakan gas bumi nan berasal dari dalam negeri. Menurut dia, pemanfaatan CNG juga dapat mendukung kemandirian daya nasional.
"Karena ini domestik. Tidak impor. Jadi original Indonesia," ujar Santiaji di Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).

Dia menambahkan, pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan daya bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami memandang ini bukan soal menggantikan satu daya dengan daya lain, melainkan memperluas pilihan,” ujarnya.
Menurut Santiaji, penggunaan CNG tidak hanya ditujukan untuk sektor industri. PGN Gagas juga mengembangkan pemanfaatannya untuk rumah tangga melalui sistem jaringan klaster serta pengguna komersial melalui skema point-to-point.
Pengembangan CNG tersebut menjadi salah satu langkah PGN Gagas memperluas akses gas bumi ke wilayah nan tidak mempunyai sumber gas di dekatnya.

3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·