Seorang laki-laki berumur 27 tahun di Kota Pekanbaru, Riau, terpaksa meminta support Damkar dan tim medis setelah mengalami kejadian nan tak terlupakan. Cincin nan tersangkut di kemaluannya tidak bisa dilepaskan.
Awalnya, dia mendatangi rumah sakit. Pihak master kemudian menghubungi Damkar untuk membantu penanganan.
"Jadi kemarin kami dihubungi master Rumah Sakit Madani mengenai adanya cincin nan tersangkut di kelamin pria. Mereka meminta support tim rescue," kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Pekanbaru, Zarman Candra, dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Petugas Damkar sempat kebingungan saat pertama kali menerima laporan beserta foto kondisi korban. Hal ini lantaran posisi cincin berada di area sensitif dan berisiko tinggi jika tidak ditangani dengan tepat.
Kolaborasi Damkar dan Tim Medis
Penanganan kemudian dilakukan melalui kerjasama antara tim medis dan petugas rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru. Proses pemindahan cincin dilakukan dengan metode pemotongan menggunakan perangkat khusus.
"Karena posisinya di area rawan, penanganan kudu ekstra hati-hati. Setelah melalui proses medis, cincin besi sukses dipotong dan korban selamat," jelasnya.
Dari keterangan korban, dia mengaku memasang cincin tersebut hanya lantaran iseng. Namun, situasi berubah menjadi panik ketika cincin tidak bisa dilepas.
"Alasannya hanya iseng. Kami membantu master dalam proses penanganannya," ungkapnya.
Petugas memastikan proses melangkah kondusif meski memerlukan ketelitian tinggi. Kasus ini disebut sebagai nan pertama kali ditangani oleh tim rescue Damkar Pekanbaru.
"Ini kasus pertama, jadi penanganannya betul-betul kudu sangat hati-hati agar tidak menimbulkan akibat lebih besar," pungkasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·