
Chandra Asri Buka-bukaan soal Industri Petrokimia di RI (Foto: Dokumentasi TPIA)
JAKARTA - Industri petrokimia memegang peran krusial sebagai penyedia bahan baku bagi sektor manufaktur. Meski tidak selalu terlihat oleh konsumen, keberadaannya menjadi bagian dari proses produksi nan menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah menjadi bagian dari perjalanan industri Indonesia. Berawal dari pengoperasian naphtha cracker pertama di Indonesia, Perseroan membangun kapabilitas petrokimia nasional sekaligus menyediakan bahan baku bagi beragam sektor industri dalam negeri.
Seiring perubahan kebutuhan ekonomi dan industri, Chandra Asri Group melakukan transformasi. Tidak hanya konsentrasi pada penyediaan bahan baku petrokimia, tapi memperluas melalui tiga pilar bisnis, ialah daya & kimia, prasarana terintegrasi, serta solusi mobilitas.
Transformasi tersebut tidak hanya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga membuka ruang bagi Chandra Asri Group untuk membangun kapabilitas energi, infrastruktur, lapangan kerja, serta pengembangan talenta Indonesia.
“Selama 34 tahun, kami telah tumbuh berbareng Indonesia. Kami memulai perjalanan dengan membangun kapabilitas petrokimia nasional dan melayani industri melalui produk-produk nan kami hasilkan. Seiring waktu, kebutuhan Indonesia juga berkembang, dan kami pun terus membangun kapabilitas baru melalui diversifikasi bisnis,” ujar Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Selama lebih dari tiga dekade, produk Chandra Asri Group telah menjadi bagian dari rantai pasok beragam sektor industri, mulai dari kemasan, otomotif, konstruksi, dan elektronik hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Penyediaan bahan baku dari dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan industri hulu dan hilir. Dengan kapabilitas nan terus dikembangkan, Chandra Asri Group berupaya mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus membuka kesempatan bagi pertumbuhan manufaktur Indonesia.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan akomodasi Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Fasilitas nan dikelola melalui PT Chandra Asri Alkali (CAA) ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 72 persen hingga Juli 2026 dan ditargetkan mulai beraksi secara komersial pada 2027.
Proyek dengan nilai investasi lebih dari USD800 juta tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Group untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional. Selain mendukung pengurangan ketergantungan terhadap impor, akomodasi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia di sektor industri dan manufaktur.
Investasi tersebut mencerminkan upaya Chandra Asri Group untuk terus membangun kapabilitas industri dari dalam negeri, sejalan dengan kebutuhan bahan baku nan semakin berkembang.
Chandra Asri Group juga meluas ke sektor daya dan kimia. Melalui pengembangan upaya di tingkat regional, Perseroan memperluas pengalaman dalam pengelolaan energi, operasional, rantai pasok, dan jasa pelanggan.
Akuisisi Aster Chemicals and Energy (Aster) menjadi salah satu bagian dari perkembangan tersebut. Sementara itu, integrasi jaringan Esso di Singapura memperkuat pengalaman Group dalam mengelola upaya daya dan jaringan ritel bahan bakar.
Kapabilitas nan dibangun melalui upaya regional turut membuka ruang bagi Chandra Asri Group untuk mendukung kebutuhan daya di Indonesia. Melalui Aster, Perseroan dapat menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen, nan digunakan untuk mendukung beragam sektor industri.
Pengembangan ini melangkah beriringan dengan penguatan pedoman upaya di Indonesia. Pengalaman dari operasional regional menjadi bagian dari proses membangun keahlian pengelolaan energi, rantai pasok, dan jasa secara lebih terintegrasi.
Dalam ekosistem industri, kesiapan bahan baku perlu melangkah beriringan dengan prasarana nan mendukung kelancaran operasional. Energi, air, akomodasi penyimpanan, pelabuhan, dan logistik menjadi bagian krusial dalam pergerakan industri dan rantai pasok.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·