Cerita Toko Onderdil Peugeot-Renault yang Eksis 24 Tahun di Pasar Palmerah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Toko Jayapura Motor di lantai tiga, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Di lantai tiga Pasar Palmerah, Jakarta Barat, deretan toko onderdil mobil didominasi pedagang nan menjual komponen untuk mobil Jepang dan Korea. Di tengah ramainya pilihan tersebut, tetap ada satu toko nan memperkuat menjual suku cadang mobil Eropa, khususnya Peugeot dan Renault.

Sejauh mata memandang, merek seperti Toyota, Suzuki, dan Honda lebih mudah ditemui. Sementara itu, toko nan menyediakan komponen untuk mobil Eropa jumlahnya sangat sedikit. Kondisi tersebut membikin pemandangan di sana cukup berbeda.

Franky, pemilik toko Jayapura Motor, menceritakan dirinya sudah berdagang komponen Peugeot dan Renault di Pasar Palmerah sejak 2002. Selama lebih dari dua dekade, dia tetap mempertahankan konsentrasi dagangannya meski permintaan tidak seramai mobil asal Negeri Sakura.

Spare part Peugeot di Toko Jayapura Motor di lantai tiga, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Untuk Peugeot sama Renault, saya doang. Dulu sempat ada satu toko lagi, hanya sudah nggak buka, puji tuhan saya tetap bisa bertahan, jika Chevrolet di sini tetap ada satu toko," kata Franky sembari tertawa mini saat ditemui kumparan di blok A-36 lantai tiga Pasar Palmerah, Jumat (28/8).

Ia bilang, konsumen nan memerlukan onderdil Peugeot tetap berdatangan hingga sekarang. Permintaannya condong stabil, meski ada penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Berbeda dengan Peugeot, permintaan spare part Renault di tokonya condong lebih sedikit.

Kendati menyandang label mobil Eropa, nilai onderdil kedua merek rakitan Prancis itu menurut Franky sebenarnya hanya berbeda tipis dibandingkan merek besutan Jepang. Perbedaan nilai lebih berjuntai pada jenis komponen nan dibutuhkan.

Toko Jayapura Motor di lantai tiga, Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Mahal alias murah relatif ya, saya pikir nyaris sama aja sih dengan mobil Jepang perbandingannya. Renault nilai komponennya sedikit lebih mahal dibandingkan Peugeot. Barangnya juga agak susah, hanya untuk sekarang tetap kondusif sih spare part-nya," ujar dia.

Di tengah kondisi pasar tidak stabil, Franky memilih tetap mempertahankan pola upaya nan sudah dijalankannya selama 24 tahun. Dirinya tidak memasarkan peralatan melalui e-commerce karena memilih konsentrasi melayani konsumen nan datang secara langsung.

Adapun, komponen nan dijual Franky cukup beragam, mulai dari suku cadang nan sigap aus, bagian kaki-kaki, hingga komponen mesin. Ia juga menyediakan suku cadang orisinal, produk tiruan, serta onderdil asal Prancis non-genuine parts untuk menyesuaikan kebutuhan dan keahlian konsumen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan