Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |08:03 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pimpinan International Monetary Fund (IMF) menyodorkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Tawaran utang ini disebut sebagai alas fiskal bagi RI guna memperkuat di tengah ketidakpastian global.
Adapun Purbaya melawat ke Amerika Serikat sejak awal pekan ini dengan kepentingan diplomasi ekonomi RI. Pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva menjadi salah satu agenda.
Pada mulanya, Kristalina menjelaskan soal dinamika geopolitik di Timur Tengah akibat perang nan dimulai serangan AS bakal berjalan dalam waktu tidak sebentar. Muara perang dan bakal apa kesepakatannya pun tak bisa diidentifikasi.
Purbaya lantas menanyakan soal apa nan bisa dilakukan IMF untuk membantu kurangi pengaruh ekonomi akibat ketidakpastian gobal.
"Dia (Kristalina) bilang IMF tidak punya otoritas dalam perihal itu. Tapi mereka menyediakan biaya support untuk negara-negara nan membutuhkan," ujar Purbaya mengingat percakapan dengan Kristalina, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Purbaya menekankan ketahanan fiskal nasional tetap resiliensi sehingga tidak memerlukan pinjaman IMF. Ini merujuk pada saldo anggaran lebih (SAL) nan sekarang mengendap di Bank Indonesia (BI), dan bisa digunakan kapan saja.
"Tentu saja Indonesia tidak memerlukan (utang IMF) lantaran anggaran kita cukup baik dan kita tetap punya alas nan cukup besar, 420 triliun nan saya bilang sebelumnya," tuturnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·