Jakarta - Iwan, mertua dari kepala bagian (kacab) bank di Jakarta, M Ilham Pradipta nan tewas dibunuh prajurit TNI menceritakan momen memandang rekaman CCTV saat penculikan. Iwan menyebut ada orang nan menyergap Ilham saat mendekati mobilnya.
Hal tersebut diceritakan Iwan saat menjadi saksi tambahan dalam sidang nan digelar di Pengadilan Militer Jakarta II-08, Jakarta Timur, Senin (11/05/2026). Dia menyebut mendapatkan rekaman tersebut dari anaknya nan merupakan adik dari istrinya Ilham.
"Saya mendapatkan buletin dari adik istri almarhum bahwa suaminya diculik. Itu informasinya melalui telepon dan juga pengiriman video dari CCTV nan ada di tempat kejadian," kata Iwan.
"Isi videonya bisa Bapak gambarkan?" tanya oditur militer.
"Almarhum melangkah mulai mendekati mobilnya sendiri dari sebelah kanan. Begitu sampai di depan pintu sopir, tiba-tiba mobil putih nan parkir di sebelah kanannya, tepat di sebelah kanannya membukakan pintu dan langsung menyergap almarhum. Kemudian dipaksa ditarik ke dalam mobil putih. Dari situ kemudian mobil maju meninggalkan TKP," ungkap Iwan.
Iwan kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Timur. Dia melapor kejadian tersebut pada 20 Agustus 2025 malam.
"Saksi pernah melapor ke ke kepolisian mengenai dengan korban?" tanya oditur.
"Betul, sudah pernah melapor ke Polres Jakarta Timur," jawab Iwan.
"Tanggal berapa, Pak?" tanya oditur.
"Tanggal 20 sore, jam 7 malam," jawab Iwan.
Iwan juga menerangkan saat memandang langsung jenazah korban di RS Polri. Dia mengungkap sejumlah luka ditubuh Ilham.
"Saya ikut memandang jenazah korban di Rumah Sakit Polri pada saat setelah autopsi untuk dimandikan. Kondisi pertama dari kepala saya memandang ada jejak lilitan kurang lebih dua alias tiga jari melilit di sini, cukup ketat kelihatannya bekasnya itu," ucapnya.
Dia juga mengatakan ada lebam di bagian dada korban. Kemudian di leher korban, lanjut Iwan, ada jejak melingkar merah.
"Kemudian di tangan sebelah kanan dan sebelah kiri bintik-bintik hitam banyak sekali entah jejak apa. Kemudian setelah itu jika ini mungkin hasil dari autopsi ialah potongan jejak autopsi bedah, jejak bedah panjang di situ," terangnya.
"Kalau ke bawah saya nggak memandang ke bawah. Hanya di kaki di sini seperti ada jejak ikatan di pergelangan kaki di sini gitu. Karena pada saat dimandikan itu kami hanya diizinkan membuka jenazah itu sampai di atas pusar. Di atas pusar selebihnya ditutup kain mungkin di sini agak terbuka sedikit begitu," sambungnya.
Sebagai seorang mertua, Iwan berkeinginan memihak family anaknya. Dia berambisi para pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Telah layak untuk dijatuhi balasan seberat-beratnya, setimpal dengan perbuatan dan akibat nan ditimbulkannya sesuai dengan norma nan bertindak dan seadil-adilnya. Dan terutama mengingat sumpah prajurit nan dilanggarnya ialah menjunjung tinggi kehormatan bangsa, negara dan nama baik korps," ucapnya.
Diketahui, total ada 16 terdakwa dalam kasus pembunuhan Ilham Pradipta nan terdiri dari oknum prajurit TNI dan belasan pelaku berstatus sipil. Persidangan di Pengadilan Militer Jakarta ini digelar untuk mengadili tiga prajurit TNI nan menjadi terdakwa. Mereka ialah:
- Serka Mochamad Nasir (MN)
- Kopda Feri Herianto (FH)
- Serka Frengky Yaru (FY).
(idn/idn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·