Cerita Ibu: Sempat Dirahasiakan dari Suami, Lala Ikut Hyrox Osaka saat Hamil!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan video

Kehamilan sering kali membikin banyak wanita lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Namun, bagi Lala Nabila, hamil bukan berfaedah kudu berakhir bergerak. Di usia kehamilan 24 minggu, Lala memutuskan mengikuti kejuaraan olahraga endurance Hyrox Osaka di Jepang. Keputusannya itu apalagi sempat dia rahasiakan dari sang suami hingga akhirnya viral setelah fotonya diunggah akun IG Hyrox Japan.

Kini di usia kehamilan 39 minggu, Lala membagikan cerita komplit tentang perjuangannya menjalani race saat hamil, mulai dari persiapan bentuk hingga pergulatan mental nan dia rasakan selama perjalanan tersebut.

Sudah Berencana Ikut Hyrox Sebelum Tahu Hamil

instagram embed

Lala mengaku sebenarnya sudah mempunyai rencana mengikuti Hyrox Japan sejak Agustus berbareng mitra latihannya. Saat almanak race dibuka, mereka langsung menyusun timeline latihan untuk mengikuti kejuaraan pada Januari.

Namun di tengah persiapan tersebut, Lala justru mengetahui dirinya sedang mengandung 7 minggu. Meski sempat ragu, rasa penasarannya membikin dia tetap mendaftar secara diam-diam.

“Tapi saya penasaran.Aku tetaplah daftar secara diam-diam sebenarnya,” ujar Lala dalam wawancara program ‘Cerita Ibu’ kumparanMOM, Selasa (12/5).

Keputusan itu pun tidak mudah. Partner-nya memilih mundur lantaran cemas mengambil akibat terhadap kondisi kehamilan Lala. Akhirnya, Lala memutuskan mengikuti Hyrox secara single tanpa memberi tahu banyak orang, termasuk suaminya.

Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan video

Bukan pertama kalinya mengikuti Hyrox, Lala sebelumnya pernah menjalani race serupa di Singapura. Pengalaman itu membuatnya lebih memahami kondisi tubuh dan tantangan nan bakal dihadapi.

Meski begitu, dia tetap melakukan banyak penyesuaian selama latihan lantaran sedang hamil. Intensitas latihan diturunkan, terutama pada trimester pertama. Beberapa aktivitas core dan latihan beban juga dikurangi demi menjaga kondisi tubuh tetap aman.

“Tujuan nya memang adalah untuk menjaga endurance,” ceritanya.

Pergulatan Mental hingga Hari Perlombaan

Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan video

Menjelang hari perlombaan, Lala mengaku mengalami pergulatan jiwa nan cukup besar. Ia sempat merasa takut, nervous, apalagi mempertanyakan apakah dirinya egois lantaran tetap mengikuti race saat hamil.

“Bener ga sih saya ngelakuin ini. Aku selfish ga ya? Pernah ada pikiran kayak gitu.

Selfish ga ya saya ngelakuin ini. Bisa ga ya gitu. Akhirnya saya tenang.

Pokoknya saya ga berakhir bermohon sama Tuhan,” tutur Lala.

Namun sejak awal, Lala sudah membikin komitmen pada dirinya sendiri untuk berakhir kapan pun jika muncul indikasi nan membahayakan, seperti kontraksi alias rasa tidak nyaman pada tubuh.

instagram embed

Baginya, mengikuti Hyrox bukan tentang memaksakan diri untuk menang alias mencetak waktu terbaik. Ia hanya mau mempunyai pengalaman nan berfaedah sekaligus membuktikan bahwa wanita tetap bisa aktif selama mengandung dengan tetap mindful terhadap kondisi tubuh.

Selain olahraga, Lala juga sangat memperhatikan nutrisi dan recovery selama kehamilan. Menurutnya, menjaga asupan makanan dan kualitas rehat justru menjadi aspek paling krusial dibanding olahraga itu sendiri.

Viral Setelah Diunggah Hyrox Japan

Setelah sukses menyelesaikan race, Lala sempat beriktikad menyimpan cerita tersebut hingga kembali ke Indonesia. Namun beberapa jam setelah perlombaan selesai, fotonya justru diunggah oleh akun Hyrox Japan dan langsung menarik perhatian banyak orang.

“Aku gak mau like, saya gak mau repost. Karena takut ketahuan-ketahuan,” kata Lala sembari tertawa.

Lala Nabila di program cerita ibu kumparanMOM. Foto: dok. kumparan video

Akhirnya, Lala pun mengaku kepada sang suami melalui video call. Meski sempat shock dan khawatir, suaminya akhirnya bisa menerima keputusan tersebut setelah mengetahui kondisi Lala dan bayi tetap sehat.

Tak hanya menuai pujian, Lala juga menerima komentar negatif dari sebagian orang nan menganggap keputusannya terlalu berisiko. Namun, dia memilih konsentrasi pada kondisi dirinya dan sang bayi nan tetap sehat selama kehamilan.

Di akhir wawancara, Lala berambisi kisahnya bisa menginspirasi lebih banyak ibu untuk tetap aktif bergerak selama mengandung sesuai keahlian masing-masing.

“Sebenernya tuh kehamilan. Nggak membikin wanita tuh kudu stop. tetapi bisa kita jalani. Dengan lebih mindfull sebenarnya. As long as kita mindfull. Kita tetap bergerak,” pungkasnya.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan