Cerita Evakuasi Korban Kebakaran Pavilion Pakai Skylift

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Proses pemindahan korban kebakaran di Apartemen Pavilion di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat selesai, Jumat (4/9/2026). Namun, penyebab kejadian tetap belum diketahui. Dugaan awal kebakaran disebabkan masalah kelistrikan.

"Dalam proses penyelidikan gitu ya, tetapi kemungkinan besar mengenai dengan kejadian kelistrikan," kata Kepala Dinas Penggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakara Bayu Meghantara di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Kemudian, Bayu mengungkapkan halangan selama proses evakuasi. Menurutnya, proses pemindahan berjalan cukup lama lantaran petugas kudu menggunakan Bronto skylift untuk mengevakuasi penunggu apartemen.

Kapasitas keranjang pada masing-masing unit terbatas, ialah maksimal lima orang termasuk satu operator. Dengan kondisi tersebut, petugas hanya dapat mengevakuasi sekitar empat orang dalam setiap proses pengangkutan dari lantai atas menuju ke bawah.

"Kami ini butuh waktu ya untuk evacuate, sementara keranjang kami ini, ini kan kapasitasnya hanya untuk lima orang," ujar Bayu.

Dalam prosesnya, dua unit Bronto skylift dengan jangkauan 55 dan 104 meter dikerahkan untuk proses evakuasi. Sementara satu unit lainnya disiagakan di bagian depan gedung.

Selain itu, proses pemindahan juga memerlukan waktu lantaran sejumlah penduduk mengalami kekhawatiran saat kudu turun dari lantai atas menggunakan perangkat tersebut.

"Jadi memang proses pemindahan itu lantaran mungkin kephobiaan, lantaran turun dari lantai atas juga ke bawah kan juga butuh effort," katanya.

Sebanyak 33 orang dievakuasi dalam kebakaran di Apartemen Paviliun, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Dari 33 orang nan dievakuasi, 31 orang merupakan penduduk negara Indonesia (WNI) dan dua lainnya penduduk negara asing (WNA).

"Alhamdulillah nan agak relatif lama kami mengenai dengan evacuate. Evakuasi alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang," kata Bayu.

"Terdiri dari 31 penduduk negara Indonesia dan dua orang penduduk negara asing," sambungnya.

Bayu menjelaskan, dari total penduduk nan dievakuasi, terdapat tiga bayi. Sejumlah korban nan dievakuasi juga mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Ini kan butuh butuh apa ya, butuh penanganan lebih lanjut ya. Lebih lanjut, mungkin termasuk juga mungkin ketakutan, fobia gitu ya, lantaran memang situasi asap nan cukup tebal di dalam apartemen ini," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita