Jakarta - Bripda Chardes Jourdan Otniel Timate disebut mempunyai kepedulian sosial nan sangat tinggi. Ba Polsek Aimas itu berbareng istrinya mengelola Panti Asuhan Sinar Kasih di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Atas kepeduliannya terhadap anak-anak original Papua, Bripda Chardes diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026 oleh penduduk Sorong berjulukan Dony Kaburuang. Dia memuji kepedulian Bripda Chardes kepada anak-anak yatim di Papua. Berikut testimoninya:
Pak Chardes Jourda Otniel Timate dikenal sebagai seorang nan baik hati, rasa tanggung jawab nan tinggi, orangnya punya komitmen nan tinggi, serta penyayang. Terbukti beliau berbareng istri bisa mengurus anak-anak yatim dengan penuh kesabaran dan rasa sayang, apalagi tekad nan kuat. Untuk saya sangat luar biasa apa nan sudah beliau lakukan.
Dihubungi terpisah, Dony mengaku mengenal dekat Bripda Chardes. Dia menyebut setiap hari, Bripda Chardes tak berakhir menebar kebaikannya lewat Panti Asuhan Sinar Kasih.
"Pokoknya setiap hari panti didikan itu kan jalan terus. Jadi seperti biasa ngurus anak-anak panti, terus biasanya mereka setiap hari Sabtu itu mereka ada aktivitas ke pantai untuk sekalian mungkin menghibur anak-anak panti. Terus aktivitas seperti biasa ngurus panti, menyiapkan makanan-makanan untuk (anak-anak) panti," kata Dony kepada detikcom, Rabu (11/3/2026).
Dony kagum dengan dedikasi Bripda Chardes nan bisa membagi waktunya antara tugas sebagai polisi dan mengurus anak-anak di panti selepas dinas. Meski begitu, tidak pernah terdengar berita miring tentang tugas Bripda Chardes dan pengelolaan pantinya.
"Kalau secara ini kan mungkin agak susah buat kita, apalagi saya mungkin seorang pekerja juga pasti sangat susah bagi waktunya. Tapi jika mereka berdua saya kurang tahu langkah membagi waktunya bagaimana. Tapi pastinya mereka sampai sekarang tetap menjalani, tidak ada masalah, sampai sekarang pun saya tidak pernah dengar jika panti itu bermasalah, tidak pernah," ucapnya.
Dony mengaku sesekali berjamu ke rumah Bripda Chardes alias ke Panti Asuhan Sinar Kasih. Menurutnya, Bripda Chardes sosok nan periang dan tidak suka mengeluh dengan tugas-tugas nan tengah dilakukannya.
"Beliau nan saya kenal, orangnya baik sekali, orangnya tidak pernah saya seperti jika kita berjanji sesuatu itu, dia pasti tepati begitu. Jadi orangnya makanya, saya bilang pendiriannya bagus. Saya tidak pernah dibuat kecewa alias bagaimana, pokoknya oke orang," ujar Dony.
"Orangnya juga peduli, dia tidak ada bilang keluhan apapun. Malah, saya lihat (Bripda Chardes) lebih happy, senang apa nan mereka buat di panti itu," imbuhnya.
Cerita Bripda Chardes
Bripda Chardes merupakan kandidat Hoegeng Awards 2025. Dia berbareng istrinya mengelola Panti Asuhan Sinar Kasih lantaran menginginkan anak-anak original Papua mendapatkan pendidikan dan kehidupan nan layak. Panti didikan ini sudah ada sejak 1995.
"Awal mulanya itu dari 1995 waktu itu, kemudian dikelola dari nenek sampai ibu saya, dan nenek waktu itu kelola sampai 2018, kemudian nenek meninggal dilanjutkan oleh Mama. Kemudian Mama kerja, jadi setelah saya lulus jadi Polri dan kemudian nikah tahun 2022, Mama tawarkan kelola panti," kata Bripda Chardes saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/11/2025).
Bripda Chardes kelola pesantren untuk anak-anak Sorong Papua Foto: dok. Istimewa
Panti didikan ini sudah mendapatkan SK oleh Dinas Sosial Kabupaten Sorong. Hingga saat ini, ada 50 anak nan tinggal di panti asuhan.
"Kita buat pengurusan semua sampai ke Dinas Sosial, atas nama istri saya. nan terdaftar 50 semua, termasuk SMP dan kuliah, balita juga ada," tutur dia.
Chardes mengatakan panti didikan ini mempunyai dua gedung. Gedung pertama dibangun pada 2002, sementara gedung baru dibangun pada 2022 atas biaya hibah dari DPR Provinsi Papua.
"Yang terbaru kami punya ini 3 lantai itu support dari biaya hibah DPR Provinsi. Semua dari Dewan itu, kemarin total pembangunan 3 lantai itu Rp 6 miliar," jelasnya.
Biaya operasional panti didikan ini setiap bulannya sekitar Rp 15-20 juta. Biaya berasal dari biaya pribadi Bripda Chardes dan istri, support dari donatur, hingga Dinas Sosial.
"Kalau dengan istri ya kurang lebih Rp 8-9 juta (per bulan), lantaran kita ada upaya juga, terus Mama juga ada kerja, Bapak juga ada kandang babi, ternak kan, dan kita semua bantu-bantu, dari duit Dinas Sosial juga," ucap dia.
Anak-anak nan tinggal di panti didikan belajar di sekolah negeri dekat lokasi. Tiga anak di panti didikan ini telah kuliah.
"Sekolah negeri, di kompleks sini kan ada SD dan SMP. SMA dan kuliah nan agak jauh, kudu pakai transportasi. Kalau SD-SMP dekat, jalan kaki. nan kuliah tiga orang, di Sorong, dekat saja," sebut dia.
Selain aktivitas sekolah, anak-anak di panti didikan juga mengikuti program. Salah satunya mengenai program keagamaan.
"Program kami ya jelas untuk menuntut pribadi nan mengenal Yesus dan kemudian punya pendidikan dan bisa belajar dengan baik dan bisa punya masa depan nan baik," ucap dia.
Anak-anak nan tinggal di panti didikan ini kebanyakan anak original Papua. Bripda Chardes membujuk anak-anak agar mempunyai masa depan nan lebih baik.
"Memang kami sudah punya hati dan komitmen nan besar untuk bisa peduli dengan anak-anak ini. Makanya kami langsung terima dan sampai sekarang ini," ucap dia.
Bripda Chardes mengatakan kepedulian terhadap anak-anak ini telah diajarkan oleh neneknya. Chardes mengatakan kepedulian ini sudah ditanamkan sejak dirinya kecil.
"Tergerak ya lantaran sudah lihat dari Nenek, Mama, kita anak-anak juga pasti otomatis punya kepedulian, apalagi anak-anak ini kan mereka banyak kekurangan, ada nan yatim, ada nan piatu," jelas Chardes.
Terlebih, kata dia, anak-anak kampung di Papua tetap kekurangan akses pendidikan. Karena itu, dia membujuk anak-anak untuk tinggal di panti didikan dan disekolahkan di tempat nan layak.
"Kita lihat di Papua kan untuk sekolah, apalagi di kampung-kampung, itu kan gurunya tidak terlalu produktif, makanya kita datangi di kampung-kampung. Kita lihat nan orang tuanya bisa mau memberikan anak-anaknya untuk kita sekolahkan di kota, ya kita ambil terus kita bina di panti asuhan," katanya.
Chardes berterima kasih lantaran anak-anak nan pernah tinggal di panti asuhannya telah sukses. Dia menyebut mereka ada nan menjadi pembimbing hingga tentara.
"Untuk nan sudah sukses ada sekitar 8 orang, kebanyakan tentara, PNS, dan guru," pungkasnya. (fas/knv)
Hoegeng Awards 2026
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·