Cerita Ayah Masih Menunggu Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pandeglang -

Pencarian terhadap lima wartawan nan lenyap kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, di Perairan Selat Sunda, tetap terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mansyur Suryana, ayah Muhammad Bagus Khoirunas tetap menunggu kepulangan anak kandungnya.

Diketahui, Muhammad Bagus Khoirunas merupakan wartawan Antara nan ikut meliput berbareng dengan Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance).

Mereka berangkat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), pada Senin, (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berlayar berbareng dengan tiga awak kapal ialah Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai guide.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mansyur mengaku mendapatkan info terakhir keberadaan Bagus di wilayah Carita pada Senin (7/9). Namun dia mengaku tidak tahu jika Bagus bakal pergi ke Gunung Anak Krakatau.

"Saya ketemu wartawan Jacki dari Banten, itu saya tanya Jacki, 'Jack lihat Bagus tidak', lihat katanya, nah itu waktu pukul 15.00 WIB sore hari Senin. 'Kemana kata saya', dia jawab Bagus ke Pantai Carita, saya enggak tahu, enggak ada firasat, mungkin saya rasa ke Carita hanya ngambil gambar, suasana, udah gitu saya enggak kejar," katanya di Posko Operasi SAR Gabungan, di Pantai Carita, Pandeglang, Jum'at (11/9/2026).

Mansyur mengatakan jika pada saat itu tahu anaknya bakal berangkat ke perairan Selat Sunda, maka bakal dilarang. Sebab menurutnya, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda tetap belum stabil.

"Kalau mau (mantau) erupsi Gunung Anak Krakatau, mau mantau dengan anak-anak pewarta, ya jika tahu pasti saya larang," katanya.

Mansyur mengatakan saat ini Bagus tercatat sebagai mahasiswa semester 8 di Universitas Pamulang. Tahun 2027, Bagus direncanakan bakal menyelesaikan studinya.

"Dia sekolahnya di universitas Uhamka Jakarta prodi Psikolog hanya semester 6, kemudian dia sekarang melanjutkan di Universitas Pamulang Serang semester 6 ya, kelak 2027 katanya bilang ke saya dia lulus, lantaran Antara memerlukan S1," katanya.

Mansyur mengaku tulus atas nasib anaknya. Namun, Mansyur mengaku tetap setia menunggu berita baik terhadap anaknya.

"Dan saya juga tulus lah jika ada hal-hal nan tidak diinginkan, ya namanya juga bekerja ya kita untuk kemaslahatan untuk masyarakat dan negara lantaran ada nilai ibadahnya itu namanya syahid, tapi mudah-mudahan selamat ya, sampai saat ini saya menunggu kepulangan kehadiran anak saya, tapi saya optimis bisa ketemu, lantaran berkah dari doa-doa teman," katanya.

(yld/yld)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News