Central Banking Forum Siap Kupas Jurus RI Hadapi Ketidakpastian Global

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Volatilitas nilai tukar menjadi salah satu aspek krusial nan mempengaruhi stabilitas ekonomi beragam negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global, meningkatnya tensi geopolitik, serta dinamika arus perdagangan dan investasi internasional telah mendorong pergerakan mata duit dunia nan semakin fluktuatif.

Upaya menjaga stabilitas nilai tukar menjadi komponen krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempertahankan kepercayaan dan menjaga persepsi positif pasar. Dalam perihal ini, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merespons tantangan dunia tersebut dengan terus mengoptimalkan beragam instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian nan diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Untuk membahas lebih jauh, CNBC Indonesia berbareng Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Acara bakal berjalan pada Senin, 13 April 2026, di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta.

Central Banking Forum 2026 menghadirkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti nan bakal menyampaikan keynote speech dan memaparkan situasi dunia terkini, di mana ketidakpastian dunia dari sisi geopolitik meningkat dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain itu, Destry Damayanti juga bakal menjelaskan perkembangan nilai tukar rupiah saat ini, termasuk komparasi pergerakan rupiah ketika terjadinya krisis 1998 dan pandemi covid 2020, serta seberapa besar tekanan nan diterima dari global. Terakhir, menyampaikan outlook perekonomian ke depan, termasuk nilai tukar rupiah serta hal-hal nan perlu diwaspadai oleh Indonesia.

Central Banking Forum 2026 juga menampilkan panel obrolan nan dihadiri oleh perwakilan regulator, pemerintah, perbankan dan lembaga riset

Pertama, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea dengan pembahasan seputar strategi utama BI dalam menjaga Rupiah tetap stabil dan outlook rupiah di tengah ketidakpastian global.

Kedua, Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad nan bakal membahas strategi Kementerian Keuangan dalam menjaga APBN agar tetap kondusif di tengah volatilitas nilai tukar global. Lalu Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk David Sumual dengan pembahasan seputar posisi nilai tukar rupiah saat ini, langkah perbankan dalam menghadapi ketidakpastian global, serta reformasi struktural sektor keuangan.

Selanjutnya, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal nan bakal menyampaikan komparasi nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi 1998 dan 2020, akibat pelemahan nilai tukar terhadap perekonomian nasional, dan langkah-langkah nan kudu dilakukan oleh BI.

Forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis serta memperkaya perspektif dalam merespons dinamika ekonomi dunia ke depan.

Central Banking Forum 2026 juga bakal disiarkan di CNBC Indonesia TV, cnbcindonesia.com, Social Media CNBC Indonesia, pada Selasa, 14 April 2026 pukul 12.00 - 14.00 WIB. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk pembaruan info seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News