Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |08:10 WIB

Pengembangan patokan sistem Single Point Mooring (SPM) pada akomodasi minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. (Foto: Okezone.com/PGN Saka)
JAKARTA - Indonesia memamerkan hasil riset mengenai pengembangan patokan sistem Single Point Mooring (SPM) pada akomodasi minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai. Sistem ini mempunyai peranan krusial untuk mencegah tumpahan minyak dan menjamin keselamatan industri migas.
Offshore Engineer Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, mengatakan industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan akibat tinggi (high risk), di mana aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama. Untuk itu, dibutuhkan sistem nan mempunyai peranan krusial.
"Sistem SPM memegang peranan krusial sebagai titik penghubung dalam proses pemuatan (loading) dan pembongkaran (offloading) minyak dari akomodasi lepas pantai ke kapal tanker," katanya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa riset ini sangat mendesak lantaran berfokus pada mitigasi akibat kegagalan sistem nan dapat berakibat fatal bagi lingkungan dan operasional.
"Fokus utama kami adalah meningkatkan kepastian keselamatan aset. Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga berisiko menyebabkan tumpahan minyak nan dapat merusak ekosistem laut secara masif. Melalui riset ini, kami memberikan masukan teknis untuk memperkuat patokan pengelompokkan pada akomodasi nan sudah eksis agar tetap kondusif digunakan," ujar Hafizh.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·