Cegah Hoaks, Orang Tua Anak Neurodivergent Diimbau Verifikasi Sumber Informasi di TikTok dan IG

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Cegah Hoaks, Orang Tua Anak Neurodivergent Diimbau Verifikasi Sumber Informasi di TikTok dan IG Orang Tua Anak Neurodivergent.(Dok. Progresiv Pedriatric Theraphy)

PSIKOLOG lulusan Universitas Gadjah Mada, Erna Yulianti, menyarankan orang tua nan mempunyai anak Neurodivergent untuk lebih jeli memilah info di media sosial. Ia menegaskan agar orang tua tidak melakukan pemeriksaan berdikari alias self-diagnose berasas info nan belum tentu akurat.

"Jika terlalu banyak mendapatkan informasi, dikhawatirkan informasi-informasi nan kita serap dengan sendirinya itu menjadi self-diagnose. Jika dibiarkan, itu bakal rawan bagi kita," ujar Erna dilansir dari Antara, Senin (10/8).

Lead Psychologist Atelier of Minds tersebut menyoroti masifnya penyebaran info melalui platform seperti IG dan TikTok. Kehadiran pemengaruh (influencer) di media sosial dinilai sangat memengaruhi keputusan orang tua dalam menangani kondisi anak mereka.

Erna meminta orang tua bersikap bijak dengan memverifikasi kebenaran info dan memastikan adanya sumber nan akurat. Hal ini krusial untuk menyaring hoaks nan tidak relevan dengan kondisi spesifik anak neurodivergen.

Ia juga menyarankan agar orang tua memilih untuk mengikuti pemengaruh nan mempunyai kompetensi di bidangnya.

"Misalnya dia membahas topik sensitif, apakah dia sudah dalam bidangnya, kemudian dari mana dia mengutip sumber itu? Konten nan andal biasanya mencantumkan referensi," tambahnya.

Selain media sosial, Erna mengingatkan orang tua agar tidak mengandalkan Artificial Intelligence (AI) untuk membikin diagnosis. Menurutnya, AI hanyalah perangkat buatan manusia nan merangkum informasi, sehingga tidak bisa menggantikan peran ahli medis.

Bagi orang tua nan merasa ragu, Erna sangat menyarankan untuk segera mencari support tenaga medis, seperti master anak alias psikolog. Konsultasi ahli diperlukan untuk mendapatkan penanganan nan tepat sesuai kebutuhan anak.

Mengingat anak neurodivergen memerlukan pendekatan nan berbeda dari anak neurotipikal, orang tua diharapkan memaksimalkan waktu konsultasi untuk mengonfirmasi info nan didapat dari internet. Dengan demikian, langkah pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara tepat dan terukur. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia