Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti gangguan distraksi sinyal dari lampu-lampu di sekitar jalur rel, seperti area pasar dan perumahan, dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek nan menabrak KRL di Bekasi Timur pada April lalu.
Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan sinyal bantu nan semestinya dapat membantu masinis menghindari kecelakaan justru susah terlihat lantaran terdistraksi sinar di sekitar lintasan.
“Jadi jika menurut kami, Pak, ada beberapa perihal nan yang perlu dicermati di dalam kecelakaan ini. Pertama, sinyal bantu tadi nan terdistraksi dengan lampu-lampu sekitarnya. Kalau masinis bisa memandang sinyal bantu dengan baik, itu juga jaraknya sekitar dari tabrakan itu dari dengan penampakan 200 meter di muka sinyal bantu itu juga bisa membantu menghindari kecelakaan tersebut,” kata Soerjanto dalam rapat berbareng Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
“Tapi lantaran ada distraction, maka si masinis dan asisten masinis tidak bisa memandang dan artinya di sini ada gangguan di sinyal UB tadi,” tambahnya.
KNKT juga mencatat adanya gangguan pada sistem sinyal di Bekasi nan tidak bisa mendeteksi keberadaan rangkaian KRL di Bekasi Timur saat kejadian terjadi.
“Jadi salah satu penyebabnya adalah selain tadi ada beberapa masalah sinyal di Bekasi nan tidak bisa mendeteksi adanya 5568 di Bekasi Timur, itu juga ada satu kondisi nan unsafe condition di kondisi itu, Pak. Selain itu juga ada gangguan distraksi sinyal ulang nan ada lampu-lampu dari sekitarnya pasar dan perumahan di sekitar sinyal tersebut. nan ketiga adalah masalah komunikasi, Pak,” ujarnya.
Selain persoalan sinyal, KNKT turut menyoroti adanya jarak komunikasi antara pengendali perjalanan KRL dan kereta jarak jauh saat kecelakaan terjadi. Menurut Soerjanto, perihal itu disebabkan perbedaan jalur pengendalian komunikasi.
“Yang kedua, memang ketika diberikan komunikasi dari PK Timur itu ada jarak lantaran ada pertama dari Commuter Line nan melaporkan terjadi tabrakan itu ke stasiun ke pengendali Selatan, Pak. Ini juga sementara nan Argo Bromo Anggrek ini kan ada di pengendali Timur, Pak. Iya, itu dua orang pengendali nan berbeda,” kata dia.
Adapun kecelakaan bermulai dari sebuah Taksi Green SM tertabrak KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kecelakaan itu, KRL nan ditabrak KA Argo Bromo kudu berakhir di Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, 16 orang wanita meninggal dunia.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·