Ilustrasi(magnific)
SINUSITIS merupakan peradangan pada rongga sinus nan dapat menimbulkan indikasi seperti hidung tersumbat, nyeri pada wajah, sakit kepala, hingga penurunan keahlian penciuman.
Pada sebagian kasus, indikasi dapat berjalan dalam waktu lama alias terus berulang meski sudah mendapatkan pengobatan. Kondisi ini dikenal sebagai sinusitis kronis dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Salah satu metode nan banyak digunakan master ahli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) untuk mengevaluasi kondisi sinus adalah endoskopi hidung.
Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan perangkat berbentuk selang mini nan dilengkapi kamera dan sumber sinar ke dalam rongga hidung. Melalui perangkat tersebut, master dapat memandang kondisi saluran hidung dan sinus secara lebih jelas dibandingkan pemeriksaan biasa.
Menurut American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery, endoskopi hidung membantu master mendeteksi beragam gangguan seperti polip hidung, pembengkakan jaringan, jangkitan kronis, hingga kelainan struktur nan dapat menghalang aliran udara dan lendir. Pemeriksaan ini juga sering digunakan untuk menentukan langkah pengobatan nan paling sesuai bagi pasien.
Prosedur endoskopi hidung umumnya berjalan singkat, sekitar 5-15 menit, dan dapat dilakukan di ruang praktik master tanpa memerlukan rawat inap.
Sebelum pemeriksaan, master biasanya memberikan obat semprot untuk mengurangi pembengkakan dan meningkatkan kenyamanan pasien. Sebagian besar pasien hanya merasakan sedikit rasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.
Selain sebagai perangkat diagnosis, endoskopi juga digunakan dalam tindakan operasi sinus minimal invasif nan dikenal sebagai Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS).
Teknik ini memungkinkan master mengangkat jaringan nan menghalang saluran sinus tanpa perlu membikin sayatan pada wajah. Dibandingkan operasi konvensional, metode ini umumnya memberikan masa pemulihan nan lebih sigap dan akibat komplikasi nan lebih rendah.
Dokter menyarankan pasien untuk berkonsultasi andaikan mengalami indikasi sinusitis nan tidak membaik setelah beberapa minggu pengobatan, sering kambuh, alias disertai gangguan penciuman nan menetap. Pemeriksaan nan tepat dapat membantu menemukan penyebab utama keluhan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Sumber: American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery, Cleveland Clinic, Mayo Clinic
English (US) ·
Indonesian (ID) ·