Jakarta, CNN Indonesia --
Camat Rancabungur, Kabupaten Bogor, Dita Aprilia membantah pihak kecamatan memaksa seorang tukang cukur untuk membikin video permintaan maaf setelah viral video teguran soal pemasangan bendera Merah Putih.
Ia mengatakan tukang cukur itu memang sempat datang ke instansi kecamatan pada malam hari. Kedatangannya didampingi oleh pihak RT dan RW setempat bukan untuk diminta membikin permintaan maaf, melainkan untuk menjelaskan persoalan agar tidak berlarut-larut.
Dita menyebut tukang cukur itu sebelumnya telah ditegur oleh pihak RT lantaran perkataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak ada (pemaksaan) Saya tahu itu ditegur oleh RT, RW. Atinya jangan lah dengan ada bahasa tidak mau mengibarkan bendera, jangan ada bahasa belum merdeka, jangan seperti itu. Hanya sekedar itu saja untuk ininya untuk penyampaian dari Pak RT Pak RW-nya tuh hanya seperti itu saja," kata Dita saat dihubungi, Rabu (12/8).
Dita mengaku tidak berjumpa dengan tukang cukur tersebut saat nan berkepentingan datang ke instansi kecamatan.
Ia juga mengaku tidak mengetahui proses pembuatan video permintaan maaf nan kemudian beredar di media sosial.
Menurut dia, video tersebut dibuat di ruangan Satpol PP Kecamatan Rancabungur tanpa sepengetahuan pihak kecamatan.
"Saya tanya Pak Kasi sama teman-teman ada nan mengintervensi? 'Nggak ada, Bu,' gitu. Justru video itu pun tanpa sepengetahuan kita," ujarnya.
Dita mengatakan pihak kecamatan juga tidak mengetahui gimana video tersebut kemudian tersebar.
"Ruangan Pol PP itu kan ruangan di depannya di pelayanan. Jadi saya juga tidak suka dengan caranya nan sudah menggunakan akomodasi kecamatan, jadi tanpa sepengetahuan Pak Kasi," katanya.
Kronologi
Dalam video beredar, awalnya terlihat Dita nan meminta tukang cukur itu untuk memasang bendera. Video kemudian memperlihatkan perekam nan bertanya dengan nada tinggi argumen si tukang cukur nan tidak memasang bendera.
"Alasan tidak masang bendera apa saya tanya. Abang ini kan udah merdeka. Abang disuruh pasang bendera sama Ibu Camat," kata perekam video.
"Kata siapa udah merdeka," jawab tukang cukur itu.
Perekam video terus mencecar tukang cukur soal argumen belum merdeka. Sementara tukang cukur terus beraktivitas memotong rambut pelanggan. Video lain memperlihatkan tukang cukur meminta maaf atas perkataannya. Ia meminta maaf sembari memegang bendera merah putih.
Dita mengatakan sosok nan menegur tukang cukur dalam video tersebut merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur.
"Itu saya pastikan bahwa itu bukanlah pegawai Kecamatan Rancabungur. Tapi itu adalah ada kawan media nan memang pada saat itu sedang membantu untuk mengimbau penduduk masyarakat. Bukan mau peliputan, hanya membantu menghimbau warga," kata Dita saat.
Dita menjelaskan, pihak kecamatan sejak awal Agustus telah membagikan bendera Merah Putih kepada penduduk nan dinilai membutuhkan. Sementara penduduk nan dianggap bisa hanya diberikan imbauan untuk memasang bendera secara mandiri.
Saat mendatangi tempat upaya tukang cukur pada Senin (10/8), dia merasa ada kata-kata dari tukang cukur nan kurang tepat.
"Ketika masuk. 'Tolong di iniin ya apa tolong dipasang benderanya,' gitu lah. Ada bahasa nan memang saya kurang pas di situ. Terus saya keluar, aduh lantaran saya lagi pusing lagi keliyengan saya nyari kursi," katanya.
"Terus si kawan media itu lantaran mendengar itu akhirnya dia emosi. Saya juga kaget, kok jadi dia nan emosi gitu kan ya," imbuh Dita.
Ia kemudian meminta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rancabungur untuk masuk dan membantu menenangkan situasi.
"Makanya kan di potongan video terakhir di ujung itu ada bahasa Pak Sekcam masuk ya kan, ada Pak Sekcam. Nah itu saya minta tolong Pak Sekcam itu dilerai deh," katanya.
(yoa/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·