
Booth BYD di GIIAS 2026. (Foto: Erha/Okezone)
TANGERANG - Ada nan berbeda dari booth BYD pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD. Pada pameran otomotif tahunan itu, tak ada Denza.
Denza merupakan sub brand premium BYD. Biasanya, dalam tiap pameran BYD dan Denza selalu berdampingan.
Absennya Denza dari GIIAS 2026 menjadi tanda tanya. Apakah perihal ini mengenai sengketa merek nan kasusnya tetap bergulir?
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan absennya Denza dari GIIAS 2026 tidak mengenai perihal itu.
Ia mengungkapkan, pihaknya sekarang mempunyai strategi berbeda bagi Denza untuk mendekatkan diri ke calon konsumen.
"Oh, enggak. Jadi sepenuhnya ini adalah strategi dari kami," katanya di arena GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).
"Ke depan kami mau memandang gimana Denza ini langsung mendekatkan kepada customer-nya untuk mengeset brand positioning-nya lebih jeli lagi," tuturnya.
Ia menegaskan, nantinya Denza bakal menyasar pada expo maupun kegiatan-kegiatan premium lainnya.
"Kami dalam tahap membentuk brand positioning nan lebih tinggi lagi melalui brand position di mana mendekatkan langsung kepada masyarakatnya alias sasaran market-nya. Mudah-mudahan dalam proses strategi nan baru ini orang semakin aware bahwa Denza berada di environment sesuai dengan strategi dari market kita ialah premium high," ucapnya.
Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi nan diajukan BYD Company Limited dalam sengketa merek “Denza” melawan WORCAS. Putusan tersebut menegaskan penerapan prinsip first to file, ialah kewenangan atas suatu merek diberikan kepada pihak nan lebih dulu mendaftarkannya secara sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·