Bus Selawat Sudah Siap Layani Jemaah Haji di Makkah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Bus salawat di Makkah, Arab Saudi. Foto: MCH 2026

Tak lama lagi, jemaah haji Indonesia nan sudah berada di Madinah bakal bergerak ke Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah Haji. Selama di Makkah, jemaah bisa melakukan mobilitas dari hotel ke Masjidil Haram alias sebaliknya dengan Bus Selawat.

Bus selawat merupakan jasa bus cuma-cuma nan disiapkan PPIH Arab Saudi untuk melayani mobilitas jemaah. Bus ini beraksi 24 jam selama pelayanan haji 2026 berlangsung.

Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, menjelaskan penyediaan jasa ini mengikuti ketentuan Pemerintah Arab Saudi, sekaligus diperluas dengan kebijakan pemerintah Indonesia.

“Secara aturan, jemaah nan tinggal dengan jarak minimal 2.000 meter wajib diberikan transportasi. Tapi Indonesia memberikan jasa untuk seluruh jemaah, tanpa memandang jarak,” ujar Syarif di Makkah, dikutip Senin (27/4).

Tahun ini, jasa transportasi jemaah Indonesia ditangani oleh enam perusahaan dengan armada bus kota (city bus) nan tersebar di lima wilayah utama: Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.

Setiap wilayah terhubung dengan terminal pemberangkatan menuju Masjidil Haram, ialah Misfalah melalui Terminal Ajyad; Jarwal dan Aziziyah melalui Terminal Jabal Ka’bah; Syisyah dan Raudhah melalui Terminal Syib Amir.

Bus salawat di Makkah, Arab Saudi. Foto: MCH 2026

Untuk memudahkan, setiap bus dilengkapi stiker rute dengan kode warna dan nomor. Tahun ini terdapat 21 rute nan berbeda, dan seluruh jemaah dibekali kartu rute sejak tiba di hotel.

“Cukup lihat warna dan nomor kartu rute, jemaah tidak perlu lagi bertanya. Biasanya dalam dua-tiga hari sudah hafal,” kata Syarif.

Pengoperasian bus dilakukan secara berjenjang menyesuaikan kehadiran jemaah. Pada masa puncak, jumlah armada mencapai sekitar 452 unit, seluruhnya bus dengan usia maksimal lima tahun.

Layanan ini berjalan sejak kehadiran kloter pertama hingga 6 Zulhijjah (sebelum Armuzna), kemudian dilanjutkan kembali mulai 14 Zulhijjah hingga kepulangan kloter terakhir ke Indonesia.

Bus beraksi nonstop 24 jam, dengan intensitas tertinggi menjelang dan setelah waktu salat fardu. Waktu tunggu jemaah rata-rata hanya 15–20 menit.

Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman. Foto: MCH 2026

Mengusung haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, pemerintah juga menyiapkan sekitar 52 unit bus khusus. Bus ini mempunyai fitur lantai rendah (lower deck) nan memudahkan pengguna bangku roda naik tanpa kudu diangkat.

Namun, penggunaannya berbasis permintaan (request) lantaran kapabilitas terbatas, maksimal 18 penumpang termasuk bangku roda.

“Kalau dipaksakan beraksi reguler, justru tidak efektif. Jadi kami kirim sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Syarif menegaskan seluruh jasa transportasi ini gratis. Jemaah tidak perlu bayar alias memberikan tip kepada sopir.

“Kami imbau jemaah dan family di tanah air, tidak perlu memberi tip. Sopir sudah dibayar oleh perusahaan, dan ini bagian dari jasa resmi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah selalu membawa kartu rute saat berjalan serta menjaga peralatan bawaan agar tidak tertinggal.

Untuk memastikan kelancaran, bus ditempatkan di dua titik utama: terminal dan kantong parkir dekat hotel. Koordinasi dilakukan secara real-time melalui sistem komunikasi petugas di lapangan.

“Kalau ada kekurangan armada di satu titik, langsung kami sorong dari terminal. Jadi jemaah tidak menunggu lama,” katanya.

Dengan pengaturan lampau lintas nan lebih ketat tahun ini oleh otoritas Arab Saudi, Syarif optimistis mobilitas jemaah bakal lebih lancar dibanding musim sebelumnya.

“Insyaallah tahun ini lebih terkendali sampai puncak haji,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan