Bursa Wirausaha Unggulan Digelar, Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Bursa Wirausaha Unggulan Digelar, Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru Peluncuran Bursa Wirausaha Unggulan(MI/Naufal Zuhdi)

KEMENTERIAN Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Bursa Wirausaha Unggulan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan sasaran 10 juta wirausaha baru pada 2029. 

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Bursa Wirausaha Unggulan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, menciptakan wirausaha baru, serta memperluas penyerapan tenaga kerja.

"Program ini sejalan dengan pengarahan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha baru hingga tahun 2029. Semakin banyak wirausaha nan lahir dan berkembang, maka penyerapan tenaga kerja juga bakal semakin besar," kata Maman, di instansi Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (10/6).

Program nan menjadi rangkaian Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 tersebut dirancang untuk memudahkan generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, dan pengusaha mengakses beragam jasa pengembangan upaya secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, legalitas, pembiayaan, hingga ekspansi pasar.

Maman mengatakan peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kewirausahaan sekaligus memperluas kesempatan masyarakat dalam membangun upaya nan berkekuatan saing.

"Hari ini menjadi harinya para pengusaha UMKM dari Sabang sampai Merauke, mereka nan menginginkan masa depan nan lebih baik dan siap menjadi bagian krusial dalam pembangunan ekonomi negara ini," terangnya.

Maman menegaskan bahwa Bursa Wirausaha Unggulan merupakan program nan dirancang untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan kewirausahaan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Program tersebut mengintegrasikan beragam jasa nan dibutuhkan pengusaha dalam satu ekosistem, mulai dari peningkatan kapabilitas hingga akses pasar.

"Tujuannya adalah menghasilkan pengusaha-pengusaha nan tangguh. Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan upaya nan baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya," ucap Maman.

Melalui program tersebut, peserta memperoleh pendampingan mulai dari pelatihan, penguatan kapabilitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, training manajemen keuangan, hingga akses pembiayaan dan pemasaran. Akses pembiayaan nan difasilitasi mencakup pembiayaan umum melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra lainnya.

Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari beragam perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Wirausaha sebagai corak komitmen berbareng dan support jaringan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional serta mendorong lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia.

Pada kesempatan nan sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyampaikan pemerintah bakal terus berkomitmen mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus membantu UMKM tumbuh dan naik kelas agar bisa memberikan kontribusi nan lebih besar terhadap perekonomian nasional.

"UMKM kudu terus tumbuh dan naik kelas. Pertumbuhan ekonomi kudu dapat dikontribusikan oleh UMKM sekaligus dinikmati oleh UMKM. Inilah nan disebut ekonomi nan berkeadilan," tutur Muhaimin.

Muhaimin memandang bahwa Bursa Wirausaha Unggulan menjadi salah satu instrumen krusial dalam membangun ekosistem upaya nan inklusif, di mana pengusaha dapat memperoleh akses terhadap peningkatan kapasitas, pembiayaan, jejaring usaha, serta kesempatan kemitraan nan lebih luas.

"Bursa Wirausaha Unggulan menjadi kesempatan untuk membangun sistem ekonomi nan berkeadilan. UMKM tumbuh, akses semakin terbuka, kapabilitas meningkat, dan ekosistem upaya semakin kuat," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi wirausaha baru nan inovatif dan bisa menjawab beragam tantangan sosial di masyarakat.

Menurutnya, kampus tidak hanya berfaedah sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penyedia lahirnya wirausahawan berbasis mahasiswa nan bisa menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi terhadap beragam persoalan sosial, termasuk pengangguran.

"Kampus diharapkan menjadi penyedia lahirnya wirausahawan-wirausahawan berbasis mahasiswa sekaligus berkontribusi dalam mengakselerasi lahirnya wirausaha nan berbasis pada potensi dan budaya lokal," tuturnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia