Bunga Kredit Ultra Mikro PNM Mekaar Turun Jadi 8% Mulai September

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah secara resmi bakal memangkas suku kembang pinjaman ultra mikro dalam program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dari semula di rentang 18-25% menjadi 8% mulai September 2026.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menjelaskan keputusan ini diambil setelah dia melakukan rapat berbareng dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan perwakilan dari BPI Danantara pagi tadi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah sudah kita exercise dan sudah diputuskan bunganya diturunkan dari kurang lebih tadi 20% sekarang menjadi 8%, dan Insyaallah bakal mulai diberlakukan di awal September," Maman usai aktivitas Rapat Koordinasi Pemberdayaan UMKM melalui SAPA UMKM, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain petunjuk bertindak di awal September, Maman tak bisa memberikan waktu pasti kapan potongan kembang angsuran ultra mikro tersebut bakal berlaku. Begitu juga mengenai teknis penyelenggaraan di lapangan dan nasib suku kembang pinjaman nan sudah berjalan. Sebab perihal ini bakal diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Nanti bakal disampaikan secara resmi oleh Pak Presiden langsung Kapan tanggalnya? Nah biarkan itu Pak Presiden kelak nan menyampaikan," ujarnya.

Lebih lanjut Maman menegaskan kebijakan pemangkasan kembang angsuran ini bakal bertindak seterusnya, tidak hanya satu alias dua bulan seperti insentif pemerintah lainnya.

"Ya kelak selisihnya kita bakal subsidi kurang lebih sekitar 10% kita subsidi bunganya. Ini sudah seterusnya nih, jadi sudah bertindak seterusnya. Jadi nggak ada hanya 1 bulan, 2 bulan, nggak, ini bertindak seterusnya. Jadi formulasinya sudah disiapkan dan sudah bisa diimplementasikan," tegas Maman.

Terlepas dari itu, menurutnya pemotongan suku kembang pinjaman ini bakal berakibat kepada sekitar 12 juta pengguna program PNM Mekaar.

"Kalau total kurang lebih sekitar 12 jutaan. Jadi saya pikir ini sebuah langkah dan terobosan nan sangat luar biasa, lantaran ini aspirasi dari kurang lebih 10 tahun nan lampau sebetulnya angan beliau-beliau, ibu-ibu ini," ucap Maman.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance