Jakarta -
Bundaran HI, ruang padat nan terus bergerak, berputar seirama dalam satu lingkaran di jantung Ibu Kota. Di jalanan itu, jutaan langkah kaki berkelindan-berlari, beranjak moda, dan menyusuri simpul-simpul transportasi menuju tempat tujuan.
Di atas tanah, Bundaran HI tak pernah betul-betul diam. Gedung-gedung tinggi berdiri mengapit salah satu area paling sibuk di Jakarta, sementara kendaraan, transportasi umum, dan pejalan kaki terus berbagi ruang nan sama.
Di antara arus itu, ruang menjadi sesuatu nan mahal. Bagi para komuter, jarak bisa berfaedah panas matahari, hujan, alias sekadar waktu nan terbuang untuk beranjak dari satu moda ke tujuan berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kelak sebagian perjalanan itu tak lagi kudu dilakukan di permukaan. Jauh di bawah hiruk-pikuk Jalan MH Thamrin, ruang baru tengah dibentuk. Bukan jalan raya, bukan pula sekadar lorong untuk keluar-masuk stasiun.
Jakarta nan selama ini tumbuh ke atas, sekarang perlahan menambah ruangnya ke bawah. Di Bundaran HI, ruang itu datang melalui proyek Extended Concourse. Bermula dari area Stasiun MRT Bundaran HI, Extended Concourse dikembangkan menjadi ruang multifungsi.
"Extended Concourse kudu bisa mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang nan bergerak," kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Yulham Ferdiansyah Roestam di Kantor PT MRT Jakarta (Perseroda), Jakarta Pusat, ditulis Rabu (26/8/2026).
Artinya, Extended Concourse tak berakhir sebagai jalur nan membawa penumpang dari satu titik ke titik lain. Ruang di bawah tanah itu juga disiapkan untuk menampung aktivitas nan mengikuti pergerakan manusia.
Area tersebut didesain mempunyai luas 4.439 meter persegi. Tidak hanya didesain sebagai jalur perpindahan penumpang, ruang tersebut bakal memuat 24 area multifungsi nan bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk ritel, makanan dan minuman (F&B), hingga aktivitas style hidup.
Ada perbedaan langkah orang diharapkan menggunakan ruang tersebut. Bila ekosistem MRT Fase 1 diarahkan untuk membentuk kebiasaan grab-and-go, Extended Concourse Bundaran HI justru dirancang agar orang memperkuat lebih lama.
Konsepnya diarahkan menjadi one-stop shopping destination, tempat perjalanan tidak melulu soal beranjak dari satu titik ke titik lain. Langkah kaki nan semula hanya lewat, nantinya bisa berakhir untuk makan, berbelanja, alias melakukan aktivitas lainnya.
Dari Stasiun, Menembus Gedung
Bayangkan perjalanan itu dimulai dari Stasiun MRT Bundaran HI. Alih-alih langsung naik ke permukaan, langkah kaki bisa bergerak lebih jauh ke dalam concourse.
Di salah satu ujungnya, langkah kaki bakal bermuara ke sisi barat kawasan. Di sana, akses baru disiapkan menuju Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt. Sementara di sisi lainnya, Muara Timur bakal membawa pejalan kaki menuju Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.
"Nanti pada saat mereka sudah siap, mereka bangun, mereka tinggal menurunkan knockdown panelnya dan langsung tersambung," ujar Yulham.
Extended concourse disiapkan dengan support akomodasi tangga, lift, hingga eskalator di masing-masing sisi muara. Yulham menambahkan, juga bakal ada akses nan tersambung langsung antara Stasiun MRT Bundaran HI dengan Halte TransJakarta.
Dalam rencana besarnya, proyek ini bakal terhubung dengan gedung-gedung lainnya di area Bundaran HI, seperti area Hotel Mandarin Oriental serta Grand Indonesia dan Hotel Kempinski. Dengan demikian, nantinya Bundaran HI bakal punya jaringan pejalan kaki bawah tanah nan menghubungkan keempat hotel mewah di area tersebut.
Jika seluruh hubungan itu terealisasi, langkah kaki di Bundaran HI tak lagi berakhir di pintu keluar stasiun. Ia bisa terus bergerak dari satu gedung ke gedung lain melalui jaringan bawah tanah.
Namun, semakin banyak titik nan terhubung, semakin banyak pula langkah kaki nan bakal bermuara di ruang nan sama. Karena itu, Extended Concourse menjadi penting, tidak hanya disiapkan untuk memperpendek perjalanan pejalan kaki, tetapi juga menyiapkan ruang untuk menampung pergerakan nan terus bertambah.
Apalagi, jaringan MRT Jakarta juga terus diperpanjang, membawa lebih banyak penumpang menuju Bundaran HI. Stasiun nan hari ini melayani sekitar 11.000 pengguna diproyeksikan bakal menerima tambahan sekitar 6.000 penumpang setelah perpanjangan rute menuju Thamrin dan Monas beroperasi.
Artinya, ruang nan kudu menampung pergerakan manusia di Bundaran HI pun ikut membesar. Bukan hanya di dalam kereta alias peron, tetapi juga beberapa langkah setelah pintu kereta terbuka.
Menciptakan ruang baru di tengah padatnya Bundaran HI tentu bukan perkara sederhana. Apalagi, ruang tersebut tidak dibangun ke samping alias ke atas, melainkan jauh di bawah permukaan jalan.
Untuk mewujudkan Extended Concourse seluas 4.439 meter persegi, Anak upaya PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) menyiapkan investasi sekitar Rp 200 miliar nan berasal dari biaya Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
(shc/hns)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·