Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September 2026 Ilustrasi(Dok Bulog)

PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk support pangan periode Juli, Agustus, dan September. Dalam surat penugasan tertanggal 30 Juli 2026, program support pangan beras merupakan jaring pengamanan sosial nan disiapkan pemerintah. 

Kepala Bapanas nan juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menugaskan Bulog untuk melaksanakan penyaluran CPP untuk pemberian bantuan pangan beras kepada 33.244.408 penerima sebanyak 10 kilogram per penerima untuk 3 bulan alokasi. 

"Yaitu, dari Juli sampai dengan September 2026 nan penyalurannya dilakukan satu kali," kata Amran dalam keterangan resmi, Senin (2/8). 

Ia menuturkan penyaluran support pangan beras sebagai salah satu jaring pengamanan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. 

Mengamini penugasan Bapanas itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengungkapkan, penyaluran support pangan beras tahap kedua bakal serentak dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia. Ini demi semakin menguatkan kehadiran pemerintah bagi masyarakat. 

"Penyaluran support pangan ini bakal dilaksanakan di bulan Agustus berbarengan dengan seremoni 17 Agustus di semua wilayah," ungkapnya. 

Rachmi mengatakan penyaluran support pangan beras sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia agar masyarakat, khususnya golongan desil 1 hingga 4, dapat merasakan kehadiran pemerintah. Menurutnya, support pangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari rangkaian seremoni 17 Agustus sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

"Bantuan pangan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian aktivitas seremoni 17 Agustus," katanya. 

Bapanas juga mendorong pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu titik penyaluran support pangan beras. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kegunaan KDKMP sebagai prasarana pemerintah sekaligus mempermudah akses masyarakat penerima bantuan, terutama di wilayah nan mempunyai koperasi dengan akomodasi memadai dan letak nan dekat dengan tempat tinggal penerima.

"Kalau misalnya di desa ada KDKMP nan besar, punya tempat nan luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima support pangan, bisa digunakan sebagai letak titik salur," kata Rachmi. 

Adapun database penerima nan digunakan untuk program support pangan beras tahap kedua ini juga dipastikan memakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan pembaruan (pembaruan) terkini. 

Bapanas sebagai pengguna DTSEN telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini jumlah penerima support pangan nan terdaftar sebanyak 33.244.408.

"Kita menggunakan DTSEN jenis ketiga nan di pembaruan tanggal 10 Juli kemarin, nan sudah di pembaruan oleh BPS," terang Rachmi. 

Adapun realisasi penyaluran support pangan tahap pertama nan merupakan alokasi Februari dan Maret tahun 2026 telah sukses menyasar ke 33,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) alias 99,7%. 

Secara kuantitas, total beras nan tersalurkan sebanyak 664,88 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kiloliter. Patut diketahui, program prorakyat support pangan beras tahap kedua ini merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto. Total beras sebanyak 997,2 ribu ton bakal digelontorkan kepada 33,24 juta KPM masing-masing 10 kilogram (kg) dengan alokasi 3 bulan. Total anggaran nan telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 17,52 triliun. 

Program support pangan pada tahun sebelumnya telah terlaksana untuk 4 bulan alokasi, Juni-Juli dan Oktober-November. Sementara untuk penyelenggaraan program support pangan di tahun 2026 ini setidaknya bakal dijalankan sebanyak 5 bulan alokasi.

Bapanas pun meminta pemerintah wilayah agar dapat saling segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di wilayah masing-masing sebagai persiapan pelaksanaan. Pengecekan kualitas beras menjadi perihal nan cukup krusial sebelum proses pengedaran ke titik bagi. 

"Bagi nan belum cek kualitas, minta bisa melakukan cek kualitas dan jumlah nan bakal dibagikan. Surat penugasan sudah ditandatangani. Silakan untuk persiapan karung dan moving beras semestinya tidak terjadi kendala," tegas Rachmi. 

Bapanas juga meminta Perum Bulog untuk memprioritaskan penyaluran support pangan di wilayah Papua, terutama wilayah terpencil nan menghadapi keterbatasan transportasi, sarana angkutan, dan kapabilitas gudang. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengedaran sehingga penyaluran support pangan tahap ini dapat terealisasi secara penuh.

"Catatan untuk Bulog wilayah Papua, minta segera digerakkan, sehingga menjadi prioritas untuk daerah-daerah nan remote (terpencil) dulu. Kami berambisi penyaluran support pangan tahap ini bisa 100%," pungkas Rachmi. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia