Buku 'Laku Spiritual Pak Harto' Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Rekrut Pembantu

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Buku berjudul 'Laku Spritiual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen' diluncurkan. Buku ini mengungkap perilaku Presiden ke-2 RI Soeharto sehari-hari, termasuk gimana memilih pembantunya untuk duduk di pemerintahan.

Peluncuran ini dilakukan di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026). Peluncuran tersebut kerjasama antara Yayasan Kaļian Citra Bangsa (YKCB), Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (Universitas Trilogi), serta penerbit kitab Kompas.

"Perilaku Pak Harto dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di antaranya nan mempengaruhi gimana Pak Harto merekrut para pembantunya, itu saya gambarkan singkat di sini," kata penulis kitab tersebut, B. Wiwoho.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiwoho menyebut penulisan kitab ini berasas hasil pengamatannya nan telah menjadi wartawan sejak tahun 1972 di Istana Negara. Untuk mengumpulkan datanya, dia juga mengunjungi tempat-tempat nan sering didatangi oleh Soeharto.

"Isinya mungkin agak berbeda dengan pandangan umum masyarakat tentang misterius ya. Kalau misterius itu gambarannya selama ini kita kenal ada makhluk gaib, segala macam gitu ya. Tapi jika di gambaran ini, kelak bakal ketemu hal-hal lain," ucapnya.

Buku ini juga mencantumkan gimana kajian Strength Weakness Opportunity, dan Threats (SWOT) ala budaya Jawa. Analisis itu menjelaskan gimana Primbon Jawa membaca keadaan.

"Ditambahlah kajian SWOT ala Jawa. Kalau bahasa umumnya sebetulnya ini Primbon Jawa. Bagaimana Primbon Jawa membaca keadaan. Tapi saya gunakan dengan uraian dan istilah-istilah nan lebih ini lah, tidak berbau ramalan, tapi lebih pada analisa keadaan," tuturnya.

Dalam kesempatan nan sama, perwakilan dari penerbit kitab Kompas, Tri Agung Kristanto, mengatakan kitab menjawab pertanyaan publik mengenai apakah Soeharto menganut Kejawen alias tidak. Menurutnya, perilaku Soeharto didasarkan pada kearifan lokal, nan juga dianut para pemimpin-pemimpin bangsa.

"Dari bukunya Pak Wi ini kemudian kita tahu bahwa Pak Harto, memang tadi nan Pak Lukman sampaikan, punya keyakinan, kepercayaan nan kita sebut sebagai berangkat dari akar budaya kita, bukan kemudian menduakan Tuhan, bukan," sebutnya.

"Tetapi kita kan punya namanya kearifan lokal. Dan kearifan lokal itu nan dipelihara oleh para pemimpin-pemimpin negara kita," tambahnya.

(ial/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News