Bukan Telur, ini Penyebab Bisul yang Perlu Diketahui

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Bukan Telur, ini Penyebab Bisul nan Perlu Diketahui Ilustrasi(magnifik)

Telur kerap menjadi makanan nan dituding sebagai penyebab munculnya bisul. Anggapan ini membikin sebagian orang memilih mengurangi alias apalagi menghindari telur ketika mendapati benjolan merah dan bernanah di kulit. 

Padahal bisul sebenarnya berangkaian dengan jangkitan nan terjadi pada kulit, terutama di sekitar folikel rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan nan terasa nyeri dan berisi nanah. 

Lantas, apa nan sebenarnya menyebabkan bisul dan aspek apa saja nan dapat meningkatkan risikonya?

Bisul Disebabkan Infeksi Bakteri

Dikutip dari Mayo Clinic, bisul merupakan benjolan berisi nanah nan terbentuk akibat jangkitan pada satu alias lebih folikel rambut. Kondisi tersebut paling sering disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus nan dapat ditemukan pada kulit maupun bagian dalam hidung.

Infeksi terjadi ketika kuman masuk melalui luka mini alias kerusakan pada kulit. Tubuh kemudian memberikan respons terhadap jangkitan tersebut sehingga terbentuk kumpulan nanah di bawah permukaan kulit.

Bisul umumnya diawali dengan benjolan kemerahan alias keunguan nan terasa sakit ketika disentuh. Seiring waktu, benjolan dapat membesar dan terisi nanah hingga akhirnya pecah.

Bukan Berarti Telur Menjadi Penyebab

Berdasarkan info nan dikutip dari Mayo Clinic, telur tidak disebut sebagai penyebab langsung munculnya bisul. Artinya, munculnya bisul setelah seseorang mengonsumsi telur tidak serta-merta menunjukkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebabnya.

Sebaliknya, terdapat sejumlah kondisi nan dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami bisul. Faktor tersebut antara lain kontak dekat dengan orang nan mengalami jangkitan Staphylococcus, diabetes, kondisi kulit seperti eksim dan jerawat, serta sistem kekebalan tubuh nan melemah.

Bisul juga lebih mudah muncul pada bagian tubuh nan berkeringat dan mengalami gesekan, seperti wajah, leher, ketiak, paha, dan bokong.

Jangan Dipencet Sembarangan

Ketika bisul muncul, kemauan untuk memencetnya mungkin susah ditahan. Namun, tindakan tersebut justru dapat membikin jangkitan menyebar.

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), salah satu langkah nan dapat dilakukan di rumah adalah memberikan kompres hangat selama 10–15 menit sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Cara tersebut dapat membantu bisul mengeluarkan nanah dan sembuh secara alami.

Dikutip dari AAD, memberikan saran untuk hindari menusuk alias memencet bisul. Jika bisul pecah, area tersebut perlu dijaga tetap bersih dan ditutup menggunakan perban alias kain kasa.

Kapan Harus Diperiksa?

Berdasarkan laporan dari National Health Service (NHS), bisul umumnya dapat ditangani sendiri. Namun, pemeriksaan medis diperlukan andaikan kondisi semakin parah, tidak kunjung membaik, alias terus muncul kembali.

Dilansir dari Mayo Clinic, perlu pemeriksaan jika bisul terasa sangat sakit, membesar, disertai demam, muncul di wajah, alias tidak kunjung sembuh setelah dua minggu.

Dengan demikian, telur bukan penyebab utama bisul. Kondisi ini lebih berangkaian dengan jangkitan kuman pada folikel rambut serta sejumlah aspek nan dapat meningkatkan risikonya.

Sumber: Mayo Clinic, American Academy of Dermatology (AAD), National Health Service (NHS)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia