Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia beranggapan lima persen sebagai nomor nan ideal untuk periode pemisah parlemen (parliamentary threshold).
"Parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada nan menginginkan ada enam, ada tujuh, ada lima, ada di bawah itu juga, tapi mungkin nomor ideal ya, nomor ideal itu lima [persen] cocoklah," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9).
Belakangan besaran periode pemisah parlemen tengah menjadi perbincangan di tengah rumor pembahasan RUU Pemilu di DPR. Bahkan, partai-partai koalisi disebut telah menyepakati nomor lima persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono membenarkan pertemuan para ketua umum partai membahas sejumlah poin dalam RUU Pemilu. Namun, kata Sugiono, pertemuan hanya dihadiri para ketua umum partai koalisi.
Ia menyebut hasil pertemuan antara lain menyepakati perubahan periode pemisah parlemen alias parliamentary threshold dari 4 menjadi 5 persen. Namun, Sugiono tak mau mewakili sikap partai-partai lain.
"Satu perihal nan sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbincang atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu nan kita sepakati," kata Sugi.
Terpisah, Partai Amanat Nasional nan juga bagian dari partai koalisi pemerintah, merasa keberatan jika parliamentary treshold naik lebih dari 4 persen. Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan partainya keberatan bukan lantaran cemas tidak lolos periode pemisah itu.
Ia menyebut bagi PAN, kenaikan nilai periode pemisah justru condong bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XXI/2023.
"PAN berkeberatan jika Parliamentary Threshold (PT) naik lebih dari 4 persen. Sikap PAN bukan lantaran cemas tidak lolos mendapatkan bangku DPR RI, lantaran sejak Pemilu 1999 sampai 2024 PAN terbukti selalu lolos ke Senayan," kata Viva saat dihubungi, Kamis (17/9).
(mnf/dal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·