Bukan Sekadar Hiasan, Pigmen Warna Sayur dan Buah Jadi Benteng Antikanker

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Bukan Sekadar Hiasan, Pigmen Warna Sayur dan Buah Jadi Benteng Antikanker Warna cerah pada buah dan sayur berasal dari pigmen fitonutrien nan mempunyai potensi antioksidan.(Dok. Magnific)

WARNA-warni cerah pada buah dan sayuran seperti merah stroberi, oranye wortel, hingga ungu terung rupanya bukan sekadar daya tarik visual. Pigmen alami nan tersimpan dalam sel tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif alias fitonutrien nan mempunyai kaitan erat dengan upaya penurunan akibat penyakit kanker.

Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), pigmen ini berada di dalam kloroplas dan kromoplas sel tanaman. Warna hijau berasal dari klorofil, sementara karotenoid menghasilkan warna kuning hingga merah.

Adapun antosianin memberikan warna merah, biru, hingga ungu pada buah-buahan seperti beri dan anggur. Perubahan warna saat pematangan menandakan adanya perubahan komposisi pigmen di dalamnya.

Senyawa fitonutrien ini mempunyai aktivitas biologis berupa sifat antioksidan dan antiinflamasi. Setiap golongan warna mencerminkan kandungan senyawa nan berbeda. P

igmen merah seperti likopen dan beta-kriptoksantin, misalnya, dikaitkan dengan penurunan risiko kanker laring, rongga mulut, paru-paru, hingga prostat. Namun, efektivitasnya bervariasi dan tidak menunjukkan hubungan konsisten pada semua jenis kanker.

Warna oranye nan didominasi beta-karoten juga menunjukkan kaitan positif. Asupan beta-karoten nan tinggi dilaporkan berasosiasi dengan akibat nan lebih rendah terhadap kanker serviks, lambung, pankreas, dan ovarium. Sementara itu, pigmen kuning nan mengandung alfa-karoten dikaitkan dengan penurunan akibat kanker lambung dan limfoma non-Hodgkin.

Meski demikian, warna buah dan sayur tidak bisa dianggap sebagai penentu tunggal seseorang terhindar dari kanker. Warna lebih berfaedah sebagai petunjuk visual mengenai keberadaan golongan pigmen bioaktif tertentu. Para mahir menekankan bahwa faedah kesehatan sangat berjuntai pada jenis pigmen dan jenis penyakitnya, dengan tingkat kepastian bukti nan tetap terus diteliti lebih lanjut. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia