Jakarta - Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI, Dyastasita WB menegaskan seluruh peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI merupakan calon pemimpin masa depan Indonesia. Menurutnya, arena ini bukan sekadar kejuaraan pengetahuan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat jiwa nasionalisme generasi muda di tengah arus perubahan era nan masif.
"Hari ini saya tidak hanya memandang peserta lomba. Saya memandang calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Kalian adalah generasi nan kelak bakal menentukan arah bangsa apakah tetap kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan alias justru tergerus oleh perubahan zaman. Masa depan itu sangat berjuntai pada kalian semua," ujar Dyastasita dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Hal itu ditegaskan dalam pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.
Dyastasita juga menyampaikan apresiasi kepada jejeran Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta para kepala sekolah, pembimbing pembina, serta seluruh pihak nan telah berkontribusi dalam menyukseskan arena ini berjalan hingga di babak final tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dyastasita mengaku bangga kepada sembilan sekolah nan terseleksi, karena mereka berjuang dahsyat dalam penyeleksian tingkat kabupaten/kota nan sukses mengalahkan ratusan sekolah, hingga terseleksi sebanyak sembilan sekolah di tingkat provinsi.
"Para peserta nan datang hari ini merupakan hasil seleksi terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Artinya, kalian tidak hanya mewakili sekolah, tetapi juga mewakili generasi terbaik dari wilayah masing-masing. Dari ratusan sekolah nan berpartisipasi, hanya sembilan tim terbaik nan berdiri di sini hari ini. Ini adalah prestasi nan patut dibanggakan," kata Dyastasita.
Meski begitu, Dyastasita menekankan bahwa arena ini bukan sekadar soal menang alias kalah, namun tentang keberanian untuk tampil berbicara, serta keberanian untuk mengungkapkan buahpikiran dan gagasan.
"Ini juga tentang komitmen untuk terus belajar dan memahami nilai-nilai kebangsaan. Bangsa ini tidak hanya memerlukan generasi nan cerdas, tetapi juga generasi nan berbudi pekerti dan berbudi pekerti Indonesia," tegas Dyastasita.
Dyastasita juga menekankan Empat Pilar MPR RI ini bukan sekadar hafalan. Mulai dari Pancasila bukan hanya teks, tetapi kudu hidup dalam sikap sehari-hari. Termasuk Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bukan sekadar pasal, tetapi landasan dalam memahami norma dan keadilan.
Selanjutnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga bukan hanya corak negara, tetapi komitmen untuk menjaga persatuan. Termasuk Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi langkah hidup untuk saling menghormati dan memahami keberagaman.
Dyastasita memandang bahwa provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai potensi sumber daya manusia nan besar. Dengan jumlah generasi muda usia SMA sekitar 120 ribu jiwa, ini merupakan modal krusial dalam membangun masa depan.
"Hari ini kita memandang sebagian dari generasi terbaik tersebut calon generasi emas Indonesia 2045. Namun, di tengah arus info nan begitu sigap dan dinamika era nan terus berubah, generasi muda menghadapi tantangan nan semakin kompleks. Oleh lantaran itu, nilai-nilai kebangsaan kudu menjadi kompas utama agar kita tidak kehilangan arah sebagai bangsa," papar Dyastasita.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri menyampaikan apresiasi luar biasa atas penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI ini.
"Kami selaku pemangku kepentingan di bagian pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentu sangat mengapresiasi aktivitas nan luar biasa ini, nan digagas oleh MPR RI sebagai upaya untuk menguatkan nilai-nilai luhur bangsa melalui Empat Pilar Kebangsaan," tutur Saipul.
Saipul menuturkan aktivitas ini tidak semata-mata untuk mengukur tingkat kepintaran siswa, namun sebagai corak gimana nilai-nilai kebangsaan tersebut dapat betul-betul dipahami, dihayati, dan tertanam dalam diri setiap insan. Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga persatuan.
"Saya berharap, adik-adik peserta nan hari ini mengikuti lomba dapat menjadi pemasok perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Jadilah generasi nan bisa menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, seperti semangat persatuan dan kesatuan, serta toleransi," sambungnya.
Untuk diketahui, sembilan sekolah nan sukses melewati babak penyisihan di tingkat kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, ialah SMA Negeri 1 Sungailiat, SMA Negeri 1 Mendo Barat, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah. Selanjutnya SMA Negeri 1 Manggar, SMA Negeri 1 Pemali, SMA Negeri 2 Tanjung Pandang. Kemudian SMA Santo Yosef Pangkalpinang, SMA Negeri 1 Toboali, dan SMK Negeri 1 Toboali.
Adapun majelis juri dalam arena ini berasal dari unsur Sekretariat Jenderal MPR RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ialah Kepala Biro Pengkajian Konstitusi MPR RI Dyastasita WB, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo, serta Plt Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deswarman.
Sebagai rangkaian tak terpisahkan, sehari sebelum perlombaan seluruh peserta telah mendapatkan pemaparan materi nan disampaikan oleh Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo. Kemudian dilaksanakan technical meeting dan pengundian grup oleh jejeran Sekretariat Jenderal MPR RI. (akd/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·