Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai pemulihan daya beli masyarakat kudu menjadi prioritas utama pemerintah, dibandingkan memberi insentif langsung kepada sektor ritel.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, beragam stimulus untuk sektor ritel tidak bakal efektif andaikan masyarakat tetap menahan belanja.
"Kalau kita bicara stimulus ataupun insentif nan diharapkan, stimulus insentif dari pemerintah untuk sektor ritel menurut saya itu prioritas kedua," kata Alphonzus dalam Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/6/2026).
Menurut dia, sektor ritel pada dasarnya hanya memerlukan konsumen nan mempunyai keahlian berbelanja.
"Prioritas utama adalah tetap gimana kita konsentrasi untuk menaikkan, (dan/atau) meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.
"Percuma saja itu stimulus ataupun insentif untuk sektor ritel jika tidak ada nan belanja. Buat sektor ritel itu nan paling krusial belanja," sambung dia.
Alphonzus menuturkan, ketika daya beli masyarakat kembali pulih, aktivitas ritel bakal bergerak secara alami tanpa kudu berjuntai pada beragam program support pemerintah.
"Kalau daya beli itu sudah normal, ataupun daya belinya luar biasa, otomatis belanja, tanpa perlu sektor ritel dikasih insentif, dikasih stimulus begitu," pungkasnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·