ilustrasi(Magnific)
SELAMA ini, persiapan kehamilan lebih sering dikaitkan dengan kesehatan calon ibu. Padahal, calon ayah juga mempunyai peran krusial dalam mendukung kesehatan buah hati, salah satunya melalui pola makan nan diterapkan sebelum proses pembuahan.
Dilansir dari The Dietologist, nutrisi nan dikonsumsi laki-laki sebelum mempunyai anak dapat memengaruhi kualitas sperma, kesempatan terjadinya kehamilan, hingga perkembangan embrio dan kesehatan anak setelah lahir.
Pola Makan Berpengaruh pada Kualitas Sperma
Pola makan nan sehat membantu tubuh menghasilkan sperma dengan kualitas nan lebih baik. Sperma memerlukan beragam nutrisi penting, seperti masam lemak omega-3, folat, seng (zinc), selenium, serta vitamin dan mineral lainnya agar dapat berkembang secara optimal.
Pria nan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, makanan laut, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak umumnya mempunyai kualitas sperma nan lebih baik. Sebaliknya, konsumsi berlebihan daging merah, daging olahan, makanan tinggi gula, biji-bijian olahan, dan minuman berpemanis dikaitkan dengan kualitas sperma nan lebih rendah.
Kualitas sperma nan baik krusial untuk meningkatkan kesempatan kehamilan. Mengingat cukup banyak kasus infertilitas melibatkan aspek pria, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah sederhana nan dapat dilakukan calon ayah saat merencanakan kehamilan.
Bisa Memengaruhi Kesehatan Anak
Manfaat pola makan sehat tidak hanya dirasakan oleh calon ayah. Menurut The Dietologist, asupan nutrisi laki-laki sebelum pembuahan juga diduga dapat memengaruhi perkembangan embrio hingga kesehatan anak di kemudian hari.
Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan pola makan ayah nan kurang bergizi berpotensi meningkatkan akibat gangguan metabolisme pada keturunan. Selain itu, rendahnya asupan folat diduga dapat memengaruhi perkembangan embrio, sedangkan pola makan tinggi lemak maupun kebiasaan mengonsumsi alkohol juga berpotensi memberikan akibat terhadap kesehatan anak.
Meski demikian, bukti ilmiah mengenai pengaruh tersebut pada manusia tetap terus diteliti. Sebagian besar temuan nan ada saat ini tetap berasal dari penelitian pada hewan sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hasilnya.
Peran Epigenetik
Pengaruh pola makan ayah terhadap kesehatan anak diduga berangkaian dengan sistem epigenetik, ialah proses nan mengatur gimana gen bekerja tanpa mengubah susunan DNA.
Sederhananya, pola makan dan style hidup dapat memengaruhi langkah gen diekspresikan. Perubahan tersebut diduga ikut memengaruhi info biologis nan dibawa sperma, sehingga dapat berpengaruh terhadap perkembangan embrio sejak tahap awal hingga proses pertumbuhan janin di dalam rahim.
Apa nan Sebaiknya Dilakukan Calon Ayah?
Karena itu, calon ayah disarankan menerapkan pola makan nan beragam dan seimbang sebelum merencanakan kehamilan. Konsumsi makanan bergizi nan kaya vitamin, mineral, lemak sehat, dan protein berbobot dapat membantu menjaga kesehatan sperma.
Selain menjaga pola makan, laki-laki juga dianjurkan mempertahankan berat badan ideal, menghindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan, membatasi paparan bahan kimia berbahaya, serta menjaga kesehatan organ reproduksi. (The Dietologist/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·