GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung(Dok. Antara)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penanganan pembuangan sampah liar tidak cukup dengan menindak pihak nan membuang alias menimbun sampah sembarangan. Pemerintah juga bakal menertibkan pelaku upaya hotel, restoran, dan kafe alias Horeka.
Ia mengatakan sektor Horeka menjadi salah satu sumber persoalan lantaran banyak pelaku upaya menggunakan jasa pengelolaan sampah swasta nan dinilai belum bertanggung jawab sepenuhnya.
“Sebenarnya nan paling utama berangkaian dengan sampah ini Horeka: hotel, restoran, kafe. Mereka inilah nan kemudian menggunakan jasa swasta siapa pun itu, nan kemudian jasa ini kebanyakan tidak bertanggung jawab sepenuhnya,” kata Pramono di Balairung, Jakarta, Kamis (3/9).
Karena itu, penertiban tidak hanya diarahkan kepada pihak nan menimbun alias membuang sampah di sembarang tempat. Pemprov DKI juga bakal menyasar pelaku upaya nan menggunakan jasa pengelolaan sampah tersebut.
“Maka nan kami lakukan penertiban bukan hanya kepada orang nan menimbun, meletakkan di sembarang tempat, tetapi juga Horeka-nya kita bakal melakukan penertiban,” ujarnya.
Menurut Pramono, penanganan sampah kudu dilakukan secara menyeluruh. Ia menilai pengelolaan sampah di Jakarta menunjukkan progres nan lebih baik meski tetap menghadapi beragam tantangan.
Salah satunya terlihat dari penurunan volume sampah nan dikirim ke TPST Bantargebang.
Pramono menyebut penurunan mencapai sekitar 500 ton per hari setelah Pemprov DKI menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah.
“Sekarang ini ada penurunan nomor cukup signifikan di Bantargebang. Turun kurang lebih 500 ton per hari,” katanya.
Pemprov DKI juga menyiapkan pengolahan sampah organik dan anorganik, termasuk akomodasi di Cilangkap nan nantinya bakal dikembangkan untuk beragam kebutuhan pemanfaatan hasil pengolahan sampah. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·