Bukan Cuma Jago di Lapangan, Karakter juga Krusial bagi Atlet Muda

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bukan Cuma Jago di Lapangan, Karakter juga Krusial bagi Atlet Muda Pertandingan sektor putra Audisi Umum PB Djarum 2026.(Dok. PB Djarum)

PEMBENTUKAN karakter menjadi salah satu konsentrasi utama PB Djarum dalam membina atlet-atlet muda. Kemandirian, disiplin, kepedulian terhadap diri sendiri, hingga integritas dinilai sama pentingnya dengan keahlian teknis untuk menentukan keberlanjutan pekerjaan seorang atlet hingga level top.

Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus nan tengah berjalan memasuki tahap turnamen. Para peserta nan lolos fase screening diuji kemampuannya dalam format turnamen.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum Leonard Holvy de Pauw mengatakan karakter atlet kudu dibangun sejak awal melalui kebiasaan sehari-hari. Menurut dia, potensi besar tanpa karakter nan kuat dapat menjadi persoalan ketika atlet memasuki level persaingan nan lebih tinggi.

"Saya lebih menekankan ke nonteknis lantaran potensi atlet bulu tangkis Indonesia sangat banyak dan bagus-bagus. Masalahnya, ketika masuk pelatnas, ada nan kemudian kandas lantaran karakternya tidak terbentuk," kata Holvy saat ditemui di GOR Djarum, Kudus, Jumat (11/9).

Holvy mencontohkan kedisiplinan dapat terlihat dari perihal sederhana, seperti kebiasaan bangun tidur dan menjalankan rutinitas tanpa kudu terus-menerus diingatkan. Pelatih, lanjut dia, juga dituntut aktif mengawasi dan tidak membiarkan kebiasaan jelek berkembang menjadi karakter.

"Harus peduli dulu kepada diri sendiri. Dari hal-hal mini saja bisa terlihat. Misalnya, sudah terbiasa bangun pukul 06.00, tetapi sirine dimatikan lampau tidur lagi. Dari situ bisa terlihat potensi malasnya," ujarnya.

Pembentukan karakter juga menjadi bekal untuk menghadapi beragam tantangan di luar lapangan. Holvy menyebut integritas kudu menjadi prinsip berbareng nan diterapkan atlet, pelatih, dan pembina, termasuk sebagai upaya mencegah atlet terjerumus dalam persoalan seperti match fixing namalain pengaturan pertandingan.

"PB Djarum punya komitmen dan pedoman bahwa integritas kudu dijunjung tinggi. Itu bukan hanya untuk atlet, tetapi juga pembimbing dan pembina. Kalau pembinanya tidak punya integritas nan baik, dampaknya pasti ke atlet," tutur Holvy.

Penanaman karakter tersebut bakal turut diamati dalam tahap karantina setelah audisi. Selama nyaris satu bulan, atlet bakal menjalani rutinitas latihan nan lebih padat sehingga kebiasaan dan sikap mereka lebih mudah terlihat. Menurut Holvy, jika ada karakter nan kurang baik biasanya bakal kerap muncul di pondok ketika karantina 

Sementara itu, dari sisi kualitas peserta, Holvy menilai sektor putra pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus menunjukkan perkembangan positif. Jumlah dan kualitas peserta disebut lebih baik dibandingkan penyelenggaraan di Pekanbaru dan Makassar beberapa waktu lalu.

"Di Kudus secara kualitas dan jumlah jauh lebih bagus dibandingkan Pekanbaru dan Makassar. Banyak atlet dari klub-klub mitra nan sebelumnya jarang terlihat lantaran mungkin terkendala biaya untuk mengikuti turnamen, sekarang bisa muncul dan menunjukkan potensinya," jelasnya.

Holvy mengaku apalagi memandang potensi menonjol pada sejumlah peserta berumur sangat muda. Pemain kelahiran 2017 dan 2018 disebut bisa bersaing dengan peserta nan lebih tua, baik dari sisi postur, karakter bermain, maupun semangat bertanding. Kondisi tersebut membuka kesempatan jumlah penerima Super Ticket tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya.

"Kalau pemain 2017 alias 2018 bisa mengalahkan pemain 2016, kenapa kudu menunggu nan 2016? Kalau memang kualitasnya bagus, kenapa tidak diambil," pungkas Holvy. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia