Ilustrasi(Magnific)
BANYAK orang konsentrasi pada olahraga kardio seperti melangkah kaki, berlari, alias bersegel demi menjaga kebugaran. Latihan aerobik ini memang efektif menjaga kesehatan dan memperpanjang usia. Namun, para mahir mengungkapkan menambahkan latihan kekuatan (resistance training) adalah kunci utama untuk memastikan kualitas hidup nan lebih baik seiring bertambahnya usia.
"Kekuatan adalah komponen nan sering diabaikan dalam menu kesehatan kita," ujar Stuart Phillips, peneliti fisiologi otot di McMaster University, Kanada.
Manfaat Terbesar Dimulai dari Langkah Pertama
Kabar baik bagi pemula, untung kesehatan terbesar justru didapatkan saat seseorang baru memulai latihan kekuatan dari nan tadinya tidak aktif sama sekali.
Menurut Jess Gorzelitz, seorang epidemiolog dari University of Iowa, golongan nan paling berisiko adalah mereka nan tidak melakukan aktivitas bentuk sama sekali. Latihan ini tidak selalu memerlukan keanggotaan gimnasium (gym) mahal alias peralatan khusus.
Bagi pemula, Phillips menyarankan sasaran awal dua sesi per minggu dengan lama 20 hingga 30 menit per sesi. Latihan dapat berfokus pada aktivitas tubuh bagian bawah (seperti squat alias lunges), tubuh bagian atas (seperti push-up tembok), aktivitas menarik (rowing menggunakan tali resistensi), serta latihan otot inti (plank).
Manfaat Kesehatan dan Investasi Masa Depan
Aktivitas penguatan otot secara teratur terbukti menurunkan akibat penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, hingga kematian dini. Berdasarkan tinjauan besar terhadap beragam penelitian, melakukan latihan kekuatan selama 30-60 menit per minggu saja sudah dikaitkan dengan penurunan akibat kematian akibat segala penyebab sebesar 10%-17%.
Menariknya, jika Anda mengombinasikan latihan kekuatan dengan kardio, akibat kematian awal dapat menurun hingga 58%.
"Cara mudah memahaminya adalah seperti ini: kebugaran aerobik kemungkinan membantu Anda hidup lebih lama, tetapi kekuatan otot membantu Anda hidup lebih baik selama Anda di sini. Idealnya, kita menginginkan keduanya," kata Phillips.
Manfaat ini bertindak untuk segala usia. Penelitian Gorzelitz menunjukkan bahwa lansia di atas 70 tahun nan rutin latihan beban mempunyai akibat kematian nan lebih rendah. Latihan ini meningkatkan kegunaan bentuk dan massa otot nan krusial saat menua.
Phillips mengibaratkan tabungan otot ini seperti biaya pensiun. "Ketika penyakit, cedera, operasi, alias penuaan datang, Anda tentu mau mempunyai persediaan daya nan lebih banyak. Saya menganggap latihan kekuatan sebagai kontribusi pensiun untuk diri Anda di masa depan," pungkasnya. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·