Jakarta -
Kesuksesan BTN Jakarta International Marathon 2026 (JAKIM 2026) pada 13-14 Juni 2026 kian memperkuat posisi Jakarta sebagai lokasi wisata olahraga dunia. Ajang ini diikuti 45.500 pelari dari dalam dan luar negeri.
Hari pertama, Sabtu (13/6), sebanyak 20.500 pelari turun di nomor 5K dan 10K di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Sedangkan hari kedua, Minggu (14/6), 25.000 pelari mengikuti nomor half marathon dan marathon.
"Kami, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sangat bangga dan senang lantaran JAKIM dapat terlaksana dengan baik. Saya dan Pak Gubernur mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jakarta. Alhamdulillah, semuanya menyadari bahwa Jakarta adalah milik bersama," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, kepada awak media, Minggu (14/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah peserta BTN JAKIM 2026 meningkat sekitar 47% dibandingkan tahun 2025 nan diikuti sekitar 31.000 pelari. Tahun ini, sebanyak 1.012 pelari mancanegara juga ambil bagian dalam arena tersebut.
"Antusiasme peserta tahun ini meningkat sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat masyarakat terhadap arena lari internasional di Jakarta terus tumbuh," kata Rano.
Ia menilai kehadiran pelari mancanegara menunjukkan daya tarik Jakarta sebagai tuan rumah event olahraga internasional. Ia berambisi JAKIM dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan nan masuk almanak olahraga unggulan Jakarta.
"Ajang ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Kehadiran pelari mancanegara menjadi bukti bahwa Jakarta semakin dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan event olahraga berskala internasional," urai Rano.
Dorong Ekonomi Kota
BTN Jakim 2026 Kokohkan Jakarta Sebagai Destinasi Wisata Olahraga Dunia Foto: Hana Nushratu/detikcom
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menilai JAKIM bukan hanya mendorong style hidup sehat, tetapi juga membuka kesempatan pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism dan sport industry.
"Dengan ada ini kan, sport tourism, sport industry bisa berkembang. 45 ribu peserta bukan jumlah nan kecil, dan ini secara ekonomi luar biasa," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan peserta JAKIM 2026 datang dari 55 negara. Menurut dia, kehadiran para pelari berakibat pada sektor perhotelan dan aktivitas ekonomi di area sekitar letak lomba.
"Kita angkanya luar biasa besar dan nyaris seluruh hotel di area Sudirman sampai Senayan dan Thamrin itu penuh oleh para tamu-tamu pelari. Dan ini dihadiri dari 55 negara," tuturnya.
Nixon menyebut akibat ekonomi BTN JAKIM 2026 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas peserta dan pendukungnya dinilai ikut menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, hingga tenant di sekitar area Gelora Bung Karno (GBK).
Peserta marathon, Apien Malau (47), merasakan langsung akibat tersebut. Ia mengatakan banyak peserta, termasuk nan tinggal di Jabodetabek, memilih menginap di hotel agar lebih mudah mengikuti lomba.
"Wih jelas, bisa meningkatkan sport tourism. Semua masuk ke sini. Hotel, kuliner, semuanya. Untuk hotel, semua orang, apalagi nan tinggal di Jakarta, nan di Jabodetabek aja jika nggak mau ribet, dia booking hotel juga di sini," kata Apien kepada detikcom.
Ia menilai JAKIM tetap punya ruang untuk tumbuh lebih besar. Ia membandingkan arena ini dengan Tokyo Marathon nan pernah dia ikuti pada 2019.
"Harapannya tetap tetap lanjut, apalagi lebih gede jika bisa. Tokyo itu kan 80 ribu sampai 90 ribu," ungkapnya.
Rute Berstandar Internasional
BTN Jakim 2026 Kokohkan Jakarta Sebagai Destinasi Wisata Olahraga Dunia Foto: Hana Nushratu/detikcom
Rute JAKIM 2026 disesuaikan dengan standar Elite Road Race Label dari World Athletics dan didukung beragam fasilitas, mulai dari water station, cooling zone, live tracking, hingga cheering zone di sepanjang lintasan. Area finis half marathon dan marathon dipusatkan di area Stadion Utama GBK.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut berlari di kategori 10K pada Sabtu (13/6). Pramono menilai kelancaran JAKIM menunjukkan kesiapan Jakarta menggelar event olahraga berskala besar.
"Keberhasilan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 ini menjadi bukti bahwa Jakarta mempunyai kapasitas, infrastruktur, dan support masyarakat nan kuat untuk menjadi tuan rumah beragam arena olahraga berskala internasional," paparnya.
Pramono mengatakan arena olahraga internasional seperti JAKIM memberi akibat positif bagi pariwisata dan ekonomi kota. Menurutnya, aktivitas berskala besar dapat menggerakkan transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga upaya mikro dan kecil.
"Saya meyakini, semakin banyak arena seperti ini digelar, semakin kuat pula posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism bumi nan bisa menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian, serta memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota dunia nan inklusif, kompetitif, dan berkekuatan saing," kata Pramono.
Flag off half marathon dan marathon JAKIM 2026 turut dihadiri Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Dony Oskaria.
(ega/ega)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·